Ruben Amorim Jelaskan Minimnya Kesempatan Pemain Akademi Manchester United

komunitasbola – Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, kembali memberikan penjelasan terkait keputusannya yang jarang memainkan pemain akademi pada musim Liga Primer ini. Ia juga menegaskan kembali alasan mengapa Kobbie Mainoo tidak mendapat menit bermain lebih banyak.

Baca juga : Prediksi Benfica vs Sporting Lisbon: Analisis Berita Bola & Skor


Tetap Menghargai Akademi, Meski Minim Menit Bermain

Ruben Amorim menegaskan bahwa ia tetap memiliki kepercayaan besar pada sistem akademi United yang selama ini terkenal produktif. Ia bahkan menyatakan tidak akan memutus tradisi panjang klub yang sudah berjalan sejak 1937, yaitu selalu menyertakan setidaknya satu pemain akademi dalam skuad pada hari pertandingan.

United sendiri terus berinvestasi dalam pengembangan pemain muda. Mereka baru-baru ini menunjuk Stephen Torpey dari Brentford sebagai kepala akademi. Selain itu, bintang muda berusia 15 tahun, JJ Gabriel, juga terlihat berada di ruang direktur Old Trafford saat United bermain imbang 1–1 melawan West Ham.

Namun, meski perhatian pada akademi besar, kesempatan bermain di tim utama tetap sangat terbatas.


Pemain Muda yang Minim Kesempatan

Dua pemain akademi, Kobbie Mainoo dan Tyler Fredricson, sempat menjadi starter dalam kekalahan United dari Grimsby Town di Piala EFL pada Agustus lalu. Namun setelah itu keadaan tidak berkembang sesuai harapan.

  • Tyler Fredricson belum bermain lagi untuk tim utama sejak laga tersebut.
  • Kobbie Mainoo hanya tampil 171 menit dalam sembilan penampilan sebagai pemain pengganti di Liga Primer sejauh ini.

Saat Mainoo cedera, Jack Fletcher — putra Darren Fletcher — sempat duduk di bangku cadangan saat laga melawan Tottenham. Sementara itu, penyerang muda Inggris U-20, Shea Lacey, tiga kali berada di bench tanpa dimainkan.


Fokus Amorim: Memainkan Pemain Terbaik

Amorim menegaskan bahwa keputusan pemilihan pemainnya semata-mata didasarkan pada kebutuhan untuk meraih kemenangan, bukan pada usia atau latar belakang pemain.

“Saya hanya ingin menang. Saya tidak peduli siapa lawannya, saya tidak memikirkan hal lain. Saya hanya ingin memainkan pemain terbaik di lapangan,” ujar Amorim.

Itulah berita tentang Ruben Amorim dari Komunitas bola.