komunitasbola – Situasi Xabi Alonso di Real Madrid masih belum jelas. Namun laga Liga Champions kontra Manchester City pada Rabu di Santiago Bernabéu berpotensi menjadi titik krusial bagi nasibnya sebagai pelatih.
Tekanan Suporter dan Rapat Darurat Klub
Kekalahan 0–2 dari Celta Vigo pada laga La Liga Minggu lalu memancing kekecewaan suporter. Sorakan cemooh memenuhi stadion, dan kondisi itu memaksa petinggi Madrid menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi masa depan Alonso.
Hasil buruk tersebut membuat Real Madrid kini tertinggal empat poin dari Barcelona, setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Sejak kemenangan gemilang atas Barcelona pada Oktober lalu, performa tim menurun drastis dan peluang Alonso untuk bertahan semakin mengecil.
Baca juga : Persiapan Akhir Timnas U-23 Indonesia: Strategi, Skuad, dan Target Emas SEA Games 2025

Pendekatan Modern yang Tidak Diterima Penuh
Alonso datang pada musim panas dengan membawa metode modern dan gaya bermain yang lebih terstruktur. Namun, langkah ini belum sepenuhnya diterima klub.
Presiden Florentino Pérez dikenal kurang percaya pada pelatih dengan pendekatan intervensionis. Meski ia sempat menyetujui penunjukan Rafael Benítez, Julen Lopetegui, dan Xabi Alonso untuk menggiring klub ke arah baru, kepercayaannya cepat luntur ketika hasil tidak sesuai harapan. Pérez lebih nyaman dengan figur seperti Carlo Ancelotti atau Zinedine Zidane pelatih yang cenderung memberikan kebebasan lebih kepada pemain.
Tonton highlight pertandingan dan update terbaru Liga Champions hanya di komunitas bola.
Hubungan Alonso dengan Klub-Klub Mantan
Saat menangani Bayer Leverkusen, Alonso memasukkan klausul pribadi: ia boleh pergi jika salah satu mantan klub memanggilnya dan ia merasa cocok. Daftar itu termasuk Real Madrid dan kini juga Manchester City yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Pep Guardiola di masa depan.
Ironisnya, justru Pep-lah yang kini bisa menutup peluang Alonso bertahan, jika Madrid gagal tampil meyakinkan melawan City.
Kembali ke Bernabéu: Cerminan Masalah yang Menumpuk
Pertandingan kandang setelah enam laga tandang terakhir memperlihatkan segala kekurangan Madrid. Beberapa momen positif memang terlihat, namun yang paling mencolok adalah minimnya koneksi antara instruksi Alonso dan respons para pemain.
Skuad tampak tidak sepenuhnya percaya pada rencana permainan yang diusung sang pelatih.
Jadwal lengkap pertandingan Real Madrid tersedia di komunitas bola.
Ruang Ganti yang Mendidih
Setelah kekalahan dari Celta Vigo, suasana ruang ganti dikabarkan sangat tegang. Beberapa pemain melempar barang, suara keras bertebaran, dan emosi memuncak. Saat ada yang mencoba menyalahkan wasit, rekan-rekannya langsung menegur:
“Itu alasan yang buruk.”
Tanda bahwa masalah utama bukan keputusan wasit, melainkan performa tim itu sendiri.









