Newcastle United Gagal Bangkit di Tyneside

komunitasbola – Kapten Newcastle United, Bruno Guimarães, sempat membangkitkan harapan publik Tyneside. Eksekusi penalti yang percaya diri membuat skor berubah menjadi 2-2 saat melawan Brentford.

Namun bagi The Magpies, gol penyama kedudukan itu bukanlah tujuan akhir.

Baca juga : Hasil Pertandingan Barcelona vs Mallorca 3-0 | Komunitasbola

Semangat Tinggi yang Berakhir Pahit

Tak lama setelah gol tersebut, Sandro Tonali langsung mengambil bola dari dalam gawang. Ia ingin pertandingan segera dimulai kembali. Guimarães pun memimpin rekan-rekannya kembali ke separuh lapangan dengan penuh semangat.

Momen itu seolah menunjukkan tekad Newcastle untuk mengejar kemenangan. Para pendukung yang tergabung dalam komunitas bola tuan rumah pun sempat berharap malam itu akan berakhir manis.

Sayangnya, harapan tersebut runtuh dengan cepat.

Pertahanan Rapuh, Brentford Kembali Unggul

Hanya beberapa menit berselang, Newcastle kembali menunjukkan sisi rapuh mereka. Dango Ouattara memanfaatkan kelengahan lini belakang dan mencetak gol yang membawa Brentford unggul 3-2.

Gol tersebut menjadi pukulan telak. Stadion mendadak sunyi, para pendukung terlihat terkejut menyaksikan tim kesayangan mereka kembali kebobolan dengan cara yang sama.

Kekalahan yang Memicu Kemarahan Suporter

Peluit akhir pertandingan disambut dengan sorakan ejekan. Bahkan, seorang pendukung yang marah terlihat mendekati bangku cadangan untuk mendesak Eddie Howe agar “segera menyelesaikan masalah ini”.

Kekalahan ini membuat Newcastle terpuruk di peringkat ke-12 klasemen Liga Primer. Tekanan pun semakin terasa, baik dari suporter maupun dari komunitas bola yang menyoroti performa tim.

Eddie Howe: “Saya Selalu Merasa di Bawah Tekanan”

Usai laga, Eddie Howe tampak murung. Saat ditanya apakah dirinya berada di bawah tekanan, sang pelatih menjawab dengan jujur.

“Saya selalu merasa berada di bawah tekanan.”

Newcastle kini hanya meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi sebuah catatan yang jauh dari harapan.

“Tekanan itu selalu ada. Entah itu tekanan untuk terus menang atau tekanan untuk membalikkan keadaan. Saya menuntut standar yang sangat tinggi dari diri saya sendiri dan dari para pemain. Jelas, saya belum melakukan pekerjaan saya dengan cukup baik saat ini,” ujar Howe.