komunitasbola – Situasi Tottenham Hotspur semakin mengkhawatirkan setelah kekalahan menyakitkan dari Crystal Palace. Hasil tersebut memperpanjang rentetan buruk Spurs yang belum meraih kemenangan di Premier League 2026.
Meski demikian, pelatih Igor Tudor tetap menunjukkan keyakinan bahwa timnya sedang bergerak ke arah yang benar dan mampu menghindari degradasi.
Baca juga : Komunitasbola – Prediksi Celta Vigo vs Real Madrid 7 Maret 2026

Kekalahan Menyakitkan di Babak Pertama
Pertandingan melawan Crystal Palace dimulai dengan harapan bagi Tottenham. Spurs sempat unggul lebih dulu dan terlihat mampu mengendalikan permainan.
Namun situasi berubah drastis hanya dalam waktu 12 menit pada babak pertama.
Crystal Palace berhasil mencetak tiga gol beruntun setelah insiden penalti dan kartu merah untuk bek Tottenham, Micky van de Ven. Kejadian tersebut membuat permainan Spurs runtuh dan sulit untuk bangkit kembali.
Akibatnya, banyak penggemar Tottenham memilih meninggalkan stadion bahkan sebelum babak pertama berakhir.
Bagi komunitas bola, situasi ini menjadi salah satu momen paling memprihatinkan bagi klub London Utara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Rekor Buruk yang Menghantui Spurs
Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Tottenham menjadi 11 pertandingan liga.
Ini merupakan rekor terburuk klub sejak tahun 1975. Bahkan dalam sejarah klub, catatan yang lebih buruk hanya terjadi pada 1935 ketika Spurs menjalani 16 pertandingan liga tanpa kemenangan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Tottenham menjadi satu-satunya tim Premier League yang belum meraih kemenangan sepanjang tahun 2026.
Dengan hanya sembilan pertandingan tersisa musim ini, Spurs kini berada satu poin saja di atas zona degradasi.
Igor Tudor: “Saya Justru Lebih Percaya”
Meski situasi terlihat suram, pelatih Igor Tudor tetap menunjukkan optimisme.
Ia bahkan mengaku memiliki keyakinan yang lebih besar terhadap timnya setelah pertandingan tersebut.
“Saya tahu ini mungkin terdengar aneh, tetapi saya lebih percaya setelah pertandingan ini dibanding sebelumnya. Saya melihat sesuatu dari tim ini,” kata Tudor.
Pelatih asal Kroasia itu menegaskan bahwa ia sedang mencari kombinasi pemain yang tepat agar tim dapat bermain sesuai dengan filosofi yang diinginkannya.
Menurutnya, pemain yang mampu mengikuti arah permainan tersebut akan tetap menjadi bagian dari skuad Tottenham.
Dukungan Fans Mulai Memudar
Ketika para pemain kembali ke lapangan untuk babak kedua, banyak kursi kosong terlihat di stadion.
Sebagian besar penggemar memilih pulang lebih awal karena kecewa dengan penampilan tim mereka.
Para suporter yang tetap bertahan hingga akhir pertandingan pun menyambut peluit akhir dengan cemoohan keras.
Kemenangan terakhir Tottenham di Premier League sendiri terjadi pada 6 Desember 2025 saat menghadapi Brentford di kandang.
Situasi ini tentu menjadi perhatian besar bagi komunitas bola, yang menilai Spurs sedang berada dalam salah satu periode paling sulit dalam sejarah modern klub.
Tekanan Semakin Besar di Sisa Musim
Mantan pemain sayap Chelsea dan timnas Inggris, Joe Cole, menggambarkan suasana stadion yang penuh kecemasan selama pertandingan.
Menurutnya, performa Spurs terlihat kehilangan energi dan kepercayaan diri.
“Kecemasan terasa di seluruh stadion. Penampilan mereka tampak lesu,” ujar Cole.
Dengan sembilan laga tersisa, Tottenham kini berada dalam tekanan besar. Jika tren buruk ini terus berlanjut, ancaman degradasi bukan lagi sekadar kemungkinan, tetapi bisa menjadi kenyataan pahit bagi klub yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di sepak bola Inggris.









