KOMUNITASBOLA – Kabar mengejutkan datang dari kubu biru Manchester. Pep Guardiola secara resmi mengumumkan bahwa ia akan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Manchester City pada akhir musim 2025/2026. Pengumuman ini disampaikan melalui sebuah video emosional yang diunggah di kanal resmi klub pada Jumat (22/5/2026), sehari sebelum laga pamungkas melawan Aston Villa. Keputusan ini mengakhiri era gemilang selama satu dekade yang membawa The Citizens ke puncak kejayaan sepak bola Inggris dan Eropa. Berikut analisis lengkap dari KOMUNITASBOLA.
Baca Juga : Bila Juventus Gagal ke Liga Champions, Luciano Spalletti Siap Resign?
Pengumuman Kejutan di Tengah Ketidakpastian
Spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola sebenarnya sudah bergulir sejak City kehilangan gelar Premier League. Hasil imbang dramatis 1-1 kontra Bournemouth pada 20 Mei lalu memupus harapan juara ketiga beruntun mereka, memberikan gelar kepada rival abadi Arsenal.
Pada hari Senin (18/5), kabar pertama kali mencuat melalui media Inggris yang menyebut bahwa musim ini akan menjadi musim terakhir bagi Guardiola di Etihad. Namun yang mengejutkan adalah bagaimana akhirnya pengumuman resmi disampaikan. Guardiola, yang sebenarnya masih terikat kontrak hingga Juni 2027, memilih untuk mengakhiri masa baktinya satu tahun lebih cepat.
Pria 55 tahun itu membuat keputusan bulat setelah merasa energinya terkuras dan sebuah ‘babak baru’ diperlukan bagi klub. Ia ingin pergi di saat tim masih kompetitif (meraih double domestik Piala FA dan Carabao Cup), bukan saat tim sedang terpuruk.
“Jangan tanya saya alasan saya pergi. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hati saya tahu ini waktunya. Pep Guardiola mungkin pergi, tetapi perasaannya akan tetap abadi,” ujar Guardiola dalam video perpisahannya.
Warisan 20 Trofi yang Mengubah Sejarah Klub
Selama sepuluh tahun melatih Manchester City, Pep Guardiola telah mengukir namanya sebagai legenda terbesar klub. Ia mewariskan pundi-pundi trofi yang bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Pep Guardiola membawa Manchester City meraih 20 trofi bergengsi, menjadikannya pelatih tersukses dalam sejarah klub. Berikut rinciannya:
- 6 gelar Premier League (termasuk empat musim beruntun 2021-2024)
- 1 gelar Liga Champions (Treble Winners 2022/23)
- 3 gelar Piala FA
- 5 gelar Piala Liga (Carabao Cup)
- 3 gelar Community Shield
- 1 gelar Piala Super Eropa
- 1 gelar Piala Dunia Antarklub
Di musim perpisahannya ini, Pep Guardiola masih berhasil mempersembahkan double domestik, mengangkat trofi FA Cup dan Carabao Cup sebelum mengakhiri masa baktinya.
Ketua City, Khaldoon Al Mubarak, memberikan penghormatan tertinggi kepada Guardiola.** “Era Guardiola tidak hanya membawa kemenangan. Dia mengubah DNA klub dan cara dunia memandang Manchester City,”** pujinya.
“Saya Tidak Akan Melatih dalam Waktu Lama”
Dalam pernyataannya, Pep Guardiola mengonfirmasi bahwa ia tidak akan langsung terjun menangani klub lain. “Saya butuh istirahat. Dan saya rasa saya tidak akan memiliki energi setiap hari untuk berjuang memperebutkan gelar. Saya mengenal diri saya sendiri,” ungkapnya.
Meskipun perannya sebagai pelatih usai, Pep Guardiola tidak benar-benar pergi dari keluarga besar City. Ia akan mengambil posisi baru sebagai Global Ambassador untuk City Football Group (CFG). Dalam kapasitas ini, ia akan memberikan arahan teknis untuk klub-klub di dalam jaringan CFG, termasuk New York City FC dan Melbourne City. Ia tetap akan menetap di Manchester.
Sebagai penghormatan terakhir, Manchester City akan mengabadikan namanya secara permanen. Tribune utara Stadion Etihad akan berganti nama menjadi ‘The Pep Guardiola Stand’, dan sebuah patung akan didirikan di luar stadion sebagai pengakuan atas jasa-jasanya.
“Tribune Pep Guardiola, dan patung yang akan berdiri di luarnya, memastikan bahwa warisan Pep akan selamanya terjalin dalam struktur klub sepak bola ini,” kata Ketua City, Khaldoon Al Mubarak.
Era Baru: Enzo Maresca dan Kontinuitas Taktik
Kepergian pelatih terbaik dunia tentu menyisakan lubang besar yang sulit ditambal. Namun, Manchester City bergerak cepat. Mereka sudah menyiapkan pengganti yang dianggap paling ideal untuk meneruskan filosofi Pep Guardiola.
City secara resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/27. Maresca, 46 tahun, bukanlah orang asing di lingkungan City. Ia pernah menjadi asisten Guardiola selama musim gemilang Treble 2022/23.
Keputusan merekrut Maresca menandai era kontinuitas. City tidak ingin melakukan revolusi atau mengganti filosofi sepak bola mereka secara drastis. Maresca, yang sebelumnya sukses membawa Chelsea menjuarai Liga Konferensi Eropa dan Piala Dunia Antarklub, dipandang sebagai sosok tepat. Pelatih asal Italia itu dikabarkan mendapatkan anggaran belanja fantastis sebesar £200 juta untuk merekrut pemain baru di bursa transfer musim panas nanti.
Dampak pada Skuad dan Masa Depan Klub
Kepergian Pep Guardiola diperkirakan akan memicu ramainya bursa transfer di skuad City. Beberapa pilar penting telah dikonfirmasi hengkang, seperti Bernardo Silva dan John Stones yang akan habis kontrak.
Isu kepergian Guardiola juga sempat memicu kekhawatiran akan masa depan Erling Haaland yang dikabarkan memiliki klausul pelepasan yang hanya aktif jika pelatih tertentu meninggalkan klub. Namun dengan ditunjuknya Maresca yang merupakan bagian dari ‘keluarga’ Guardiola, diharapkan proses transisi bisa berjalan lebih mulus.
FAQ
Kapan pertandingan terakhir Pep Guardiola melatih Manchester City?
Laga terakhir Guardiola adalah saat Manchester City menjamu Aston Villa di Stadion Etihad pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 22.00 WIB dalam lanjutan pekan pamungkas Premier League.
Apa yang akan dilakukan Pep Guardiola setelah meninggalkan Manchester City?
Meskipun berhenti sebagai pelatih, Pep Guardiola akan tetap berafiliasi dengan klub sebagai Global Ambassador City Football Group. Ia akan memberikan konsultasi teknis dan fokus pada proyek khusus, serta mengakui akan mengambil jeda dari dunia kepelatihan untuk sementara waktu.
Siapa pengganti Pep Guardiola di Manchester City?
Manchester City telah menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih baru. Maresca adalah mantan asisten Guardiola dan baru saja meninggalkan kursi pelatih Chelsea pada Januari 2026.
Berapa banyak trofi yang dimenangkan Pep Guardiola bersama Manchester City?
Selama 10 musim, Pep Guardiola telah mengoleksi total 20 trofi bergengsi bersama Manchester City, termasuk 6 gelar Premier League, 1 Liga Champions, 3 Piala FA, dan 5 Piala Liga.
Kesimpulan
Era Pep Guardiola di Manchester City secara resmi telah usai. Keputusan mundurnya Guardiola mengakhiri salah satu periode paling dominan dalam sejarah Premier League. Dengan 20 trofi dan fondasi taktis yang kokoh, Pep Guardiola mewariskan standar yang sangat tinggi bagi penerusnya, Enzo Maresca. Kini, semua mata tertuju pada laga perpisahan melawan Aston Villa, di mana Etihad akan memberikan standing ovation untuk maestro asal Spanyol tersebut. Selamat tinggal, Pep, sang arsitek kesuksesan modern Manchester City.
Ikuti terus update pemain dan pergerakan transfer Manchester City hanya di KOMUNITASBOLA.









