komunitasbola – Keputusan mengejutkan datang dari kubu Everton. Iliman Ndiaye secara tegas menolak tawaran perpanjangan kontrak dari klub. Ia memilih untuk bergabung dengan Manchester United di musim panas 2026. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The Athletic dan dikonfirmasi oleh berbagai sumber terpercaya. Untuk analisis mendalam dan update terbaru, pantau terus komunitasbola.
BACA JUGA : Manchester United Kejar Sandro Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Mengapa Ndiaye Pilih MU?
Iliman Ndiaye bukan sekadar pemain biasa. Pemain internasional Senegal ini telah menjadi tulang punggung Everton selama dua musim terakhir. Namun, ketertarikannya pada Manchester United bukanlah rahasia lagi.
Sejak awal tahun 2026, nama Ndiaye sudah masuk dalam daftar belanja Setan Merah. Beberapa faktor membuatnya semakin yakin hijrah ke Old Trafford.
Pertama, proyek besar Michael Carrick di MU. Carrick baru saja dikontrak permanen hingga 2028 setelah sukses membawa MU finis di zona Liga Champions.
Kedua, peluang menjadi bagian dari era baru di Old Trafford. Ndiaye menilai ini adalah kesempatan sekali seumur hidup yang tak boleh dilewatkan.
Ketiga, ia ingin bermain di panggung yang lebih besar. MU adalah klub dengan sejarah dan ekspektasi tinggi. Bagi Ndiaye, ini adalah lompatan karier yang alami.
Fakta Cepat: Iliman Ndiaye
Berikut adalah data penting performa Ndiaye musim ini:
- Total penampilan: 32 pertandingan di Premier League 2025/2026
- Gol: 6 gol sepanjang musim
- Assist: 3 assist
- Menit bermain: 2.789 menit dengan rating 7.22
- Nilai pasar: €50 juta menurut Transfermarkt (Maret 2026)
- Sisa kontrak di Everton: Masih 3 tahun hingga 2029
- Harga yang diminta Everton: £69 juta (€80 juta)
Data ini menunjukkan bahwa Ndiaye adalah aset berharga. Everton membelinya dari Marseille hanya dengan £15 juta pada 2024. Kini nilainya melonjak drastis.
Strategi Everton Memagari Sang Bintang
Everton tidak tinggal diam. Manajer David Moyes secara terbuka menyatakan bahwa Ndiaye adalah pemain terakhir yang ingin ia jual.
“Moyes bilang dia orang terakhir yang akan saya pertimbangkan untuk dijual,” kata sumber internal klub. Sikap tegas manajer menunjukkan betapa berharganya pemain ini.
Untuk mempertahankan Ndiaye, Everton melakukan dua langkah.
Langkah pertama, menawarkan kontrak baru dengan kenaikan gaji signifikan. Negosiasi sudah berjalan sekitar enam bulan terakhir.
Langkah kedua, memasang banderol selangit di angka £69 juta. Angka ini sengaja dibuat tinggi untuk mengusir minat MU dan klub lain.
Strategi ini sejalan dengan kebijakan klub. Everton ingin membangun skuat inti untuk era stadion baru mereka di Hill Dickinson Stadium.
Bagaimana Respons Ndiaye?
Meskipun Everton sudah berusaha maksimal, Ndiaye tetap pada pendiriannya. Ia menolak semua tawaran perpanjangan kontrak yang diajukan.
Bahkan, ia disebut-sebut telah menginstruksikan agennya untuk fokus memproses transfer ke Manchester United. Ndiaye menilai kepindahan ini sebagai peluang emas yang tak boleh dilewatkan.
Menariknya, Ndiaye juga disebut meminta klausul pelepasan dini jika memang akhirnya bertahan di Everton. Permintaan ini menunjukkan bahwa ia ingin memiliki kendali atas masa depannya. Jika klub lain datang, ia ingin bisa pergi.
Dengan sisa kontrak tiga tahun, posisi tawar Ndiaye sebenarnya tidak terlalu kuat. Namun, desakan dari pemain sendiri menjadi faktor krusial. MU punya momentum untuk memanfaatkan situasi ini.
Ancaman dari Dalam dan Luar Negeri
Persaingan untuk mendapatkan Ndiaye tidak hanya datang dari MU. Beberapa klub Eropa lainnya juga dikabarkan tertarik.
Liverpool disebut-sebut sebagai salah satu pesaing terdekat MU. Persaingan dengan sesama klub Merseyside ini akan menambah panas bursa transfer musim panas 2026.
Selain itu, muncul kabar bahwa MU juga memantau pemain lain sebagai opsi cadangan. Nama Morgan Rogers dari Aston Villa masuk dalam daftar alternatif Setan Merah. Namun, prioritas utama tetap tertuju pada Ndiaye.
Ancaman dari Dalam dan Luar Negeri
Persaingan untuk mendapatkan Ndiaye tidak hanya datang dari MU. Beberapa klub Eropa lainnya juga dikabarkan tertarik.
Liverpool disebut-sebut sebagai salah satu pesaing terdekat MU. Persaingan dengan sesama klub Merseyside ini akan menambah panas bursa transfer musim panas 2026.
Selain itu, muncul kabar bahwa MU juga memantau pemain lain sebagai opsi cadangan. Nama Morgan Rogers dari Aston Villa masuk dalam daftar alternatif Setan Merah. Namun, prioritas utama tetap tertuju pada Ndiaye.
Situasi Pemain Everton Lainnya
Ndiaye bukan satu-satunya pemain Everton yang diminati MU.
Jarrad Branthwaite juga masuk dalam radar Setan Merah. Bek tengah berusia 22 tahun ini disebut-sebut tidak berniat menandatangani kontrak baru di Everton. Ia menginginkan gaji £160.000 per pekan yang ditawarkan MU.
Everton membanderol Branthwaite dengan harga £70 juta. Mereka sudah menolak dua tawaran MU, dengan tawaran tertinggi mencapai £50 juta.
Sementara itu, James Garner justru memilih bertahan di Everton. Gelandang yang akrab dengan Carrick ini menandatangani kontrak baru pada Januari 2026. Performanya musim ini sangat impresif. Garner mencatatkan 2 gol dan 7 assist dari 3.414 menit bermain dengan rating 7.4.
Bagi MU, kegagalan merekrut Garner bukanlah masalah besar. Target utama tetap Ndiaye dan Branthwaite.
Analisis Mendalam: Apakah Ndiaye Layak?
Dari sisi statistik, Ndiaye memang bukan pemain dengan angka mentereng. Enam gol dan tiga assist dari 32 laga adalah catatan yang lumayan, tapi tidak spektakuler.
Namun, kontribusinya tak bisa diukur hanya dari angka. Ndiaye memiliki kemampuan dribbling yang luar biasa. Kecepatannya merepotkan lawan, dan kreativitasnya sering membuka ruang bagi rekan setim.
Ia juga sangat fleksibel. Ndiaye bisa bermain di kedua sisi sayap, sebagai penyerang kedua, bahkan pernah dimainkan sebagai false nine. Fleksibilitas ini sangat dihargai di era sepak bola modern.
Bandingkan dengan pemain sayap MU saat ini. Marcus Rashford disebut-sebut akan hengkang. Alejandro Garnacho masih mentah, sementara Antony belum konsisten. Ndiaye bisa menjadi solusi instan di sisi kiri.
Michael Carrick, dengan gaya kepelatihannya yang mengutamakan penguasaan bola, membutuhkan pemain seperti Ndiaye. Pemain yang bisa memecah kebuntuan dengan aksi individu, tapi juga bisa berintegrasi dalam skema tim.
Mengapa MU Harus Cepat?
Waktu adalah musuh terbesar Manchester United dalam perburuan ini.
Pertama, Ndiaye diprediksi menjadi bintang Senegal di Piala Dunia 2026. Jika ia tampil gemilang di AS, banderol £69 juta bisa melonjak drastis.
Kedua, persaingan akan semakin ketat setelah turnamen bergulir. Klub-klub besar Eropa akan berbondong-bondong mengajukan tawaran. MU harus bergerak cepat sebelum situasi semakin rumit.
Ketiga, faktor internal MU sendiri. Setan Merah harus segera mematangkan rencana transfer sebelum bursa resmi dibuka. Mereka butuh kedatangan pemain baru untuk persiapan pra-musim.
Omar Berrada, CEO MU, menegaskan bahwa klub akan disiplin dalam belanja. Mereka tidak mau overpay seperti di masa lalu. Namun, untuk pemain sekaliber Ndiaye, pengecualian mungkin diperlukan.
FAQ Section
Apakah Iliman Ndiaye sudah pasti bergabung dengan Manchester United?
Belum. Hingga saat ini, keputusan final masih tergantung pada negosiasi antara MU dan Everton. Yang pasti, Ndiaye sudah menolak kontrak baru Everton demi memuluskan kepindahannya.
Berapa nilai transfer yang diminta Everton untuk Ndiaye?
Everton memasang harga £69 juta (sekitar €80 juta) untuk melepas Ndiaye. Angka ini setara dengan transfer Anthony Gordon dari Newcastle ke Barcelona.
Siapa saja pesaing MU dalam perburuan Ndiaye?
Liverpool menjadi pesaing terdekat MU. Klub-klub Eropa lainnya juga dikabarkan akan ikut serta jika Ndiaye tampil gemilang di Piala Dunia 2026 mendatang.
Kesimpulan
Keputusan Iliman Ndiaye menolak kontrak baru Everton adalah sinyal kuat. Ia menginginkan Manchester United, dan ia menginginkannya sekarang. MU memiliki momentum sempurna untuk mengamankan jasanya, terutama di bawah asuhan Michael Carrick.
Everton masih bisa bertahan dengan banderol tinggi. Namun, jika Ndiaye terus bersikeras dan bursa transfer bergulir, tekanan akan semakin besar. MU harus bergerak cepat sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Jika tidak, mereka bisa kehilangan target utama atau membayar lebih mahal.
Satu hal yang pasti: saga transfer ini akan menjadi salah satu yang paling menarik di musim panas 2026. Ikuti terus update terkini hanya di komunitasbola.









