komunitasbola – Riyad Mahrez resmi pensiun dari Timnas Aljazair. Keputusan itu diumumkan sang kapten beberapa menit setelah Aljazair tersingkir dari Piala Dunia 2026. Kekalahan 2-0 dari Swiss di babak 32 besar menjadi laga terakhir Mahrez bersama komunitasbola Algeria. Bintang berusia 35 tahun itu mengakhiri pengabdian 12 tahun dengan 120 caps dan 40 gol. Pengumuman mengejutkan ini langsung mengguncang dunia sepak bola Afrika dan menjadi topik hangat di berbagai platform berita bola.
BACA JUGA : Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Tanjung Verde – Duel Juara Bertahan Melawan Kisah Dongeng
Bagaimana Aljazair Tersingkir dari Piala Dunia 2026?
Dua Gol Swiss Hancurkan Mimpi Aljazair
Pertandingan di BC Place Vancouver pada Kamis (2/7/2026) berjalan berat bagi Aljazair. Breel Embolo membuka keunggulan Swiss pada menit ke-10 memanfaatkan assist Johan Manzambi. Dan Ndoye menggandakan skor pada menit ke-40 melalui tembakan jarak sedang.
Aljazair mendominasi penguasaan bola di babak pertama. Namun mereka gagal mengonversi peluang menjadi gol. Ketajaman lini depan Aljazair tumpul di hadapan pertahanan Swiss yang disiplin. Gregor Kobel, Manuel Akanji, dan Nico Elvedi tampil solid sepanjang laga.
Statistik Pertandingan yang Menentukan
Beberapa fakta penting dari laga tersebut:
- Swiss mencatatkan 2.52 expected goals (xG) dari 11 tembakan
- Aljazair hanya menghasilkan 0.73 xG dari 8 percobaan
- Swiss meraih kemenangan knockout pertama sejak 1938
- Aljazair gagal memenangkan satu pun laga knockout dalam lima penampilan Piala Dunia
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Aljazair yang sebelumnya lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik setelah hasil imbang dramatis 3-3 melawan Austria.
Karier Riyad Mahrez di Timnas Aljazair
Dari Debut Hingga Menjadi Legenda
Lahir di Sarcelles, Prancis pada 21 Februari 1991, Mahrez memilih membela Aljazair pada 2013. Ia menjalani debut sebelum Piala Dunia 2014 di Brasil. Dalam 12 tahun berkarier, ia menjelma menjadi salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Aljazair.
Statistik dan Prestasi
Riyad Mahrez mencatatkan angka-angka impresif bersama Timnas Aljazair:
- 120 caps (terbanyak kedua sepanjang masa di bawah Aïssa Mandi dengan 123 caps)
- 40 gol (terbanyak kedua di bawah Islam Slimani dengan 49 gol)
- 45 assist sepanjang karier internasional
- Piala Afrika 2019 – gelar juara kontinental pertama Aljazair sejak 1990
- African Footballer of the Year 2016
Mahrez menjadi bagian penting dalam kemenangan Aljazair di Piala Afrika 2019. Ia mencetak gol tendangan bebas waktu tambahan di semifinal melawan Nigeria. Di final, Aljazair mengalahkan Senegal 1-0 di Kairo.
Performa di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terbaik Mahrez secara individu. Ia mencatatkan tiga kontribusi gol dalam empat pertandingan:
- 2 gol melawan Austria (termasuk gol penentu di menit 90+3 yang membawa Aljazair lolos)
- 1 assist melawan Yordania
Catatan ini menjadi rekor baru bagi pemain Aljazair dalam satu edisi Piala Dunia. Pada usia 35 tahun 131 hari, Mahrez juga menjadi pemain Afrika tertua kedua yang tampil di laga knockout Piala Dunia setelah Idrissa Gueye (36 tahun).
Momen Pengumuman Pensiun yang Mengharukan
“Ini Pertandingan Terakhir Saya”
Riyad Mahrez mengumumkan pensiun langsung di siaran langsung beIN SPORTS setelah peluit panjang berbunyi. Dengan nada tegas, ia menyatakan: “Saya konfirmasi, ini adalah kompetisi terakhir saya, ini sudah berakhir”.
Ketika ditanya apakah kekalahan di Vancouver menjadi penampilan Piala Dunia terakhirnya, Mahrez menjawab: “Ini penampilan terakhir saya bahkan dengan tim nasional. Ini pertandingan terakhir saya”.
Ia juga menyampaikan: “Tujuan kami adalah lolos, dan saya pikir ini adalah pertandingan yang bisa kami menangkan. Kami kebobolan dua gol karena kesalahan, dan di level ini, kami membayar mahal untuk itu”.
Pesan Perpisahan untuk Pendukung
Mahrez menyempatkan diri memberi hormat kepada suporter Aljazair usai pertandingan. Ia memberikan acungan jempol, menepuk dada, dan melambaikan tangan ke arah penonton.
“Ada momen-momen baik dan masa-masa sulit juga, tentu saja. Itu bagian dari karier,” ujar Mahrez. “Tetapi membela Aljazair telah menjadi impian saya sejak kecil, bermain untuk negara saya. Ini kehormatan besar dan sumber kebanggaan yang luar biasa”. Ia menutup dengan pernyataan: “Sekarang giliran generasi baru yang bermain”.
Warisan dan Dampak bagi Sepak Bola Aljazair
Generasi Emas Berakhir
Pensiunnya Riyad Mahrez menandai berakhirnya era emas sepak bola Aljazair. Bersama Islam Slimani, Aïssa Mandi, dan Nabil Bentaleb, Mahrez membawa Aljazair ke puncak Afrika pada 2019. Ia adalah bagian dari generasi yang mengembalikan kejayaan Aljazair setelah 29 tahun tanpa gelar kontinental.
Tantangan Mencari Pengganti
Kehilangan Riyad Mahrez menjadi pukulan berat bagi komunitasbola Aljazair. Pelatih Vladimir Petkovic kini menghadapi tugas berat mencari pengganti di posisi sayap kanan. Nama-nama seperti Anis Hadj Moussa (Feyenoord) dan Mohamed Amoura (Wolfsburg) disebut-sebut sebagai calon penerus.
Karier Klub yang Masih Bersinar
Meski pensiun dari tim nasional, Riyad Mahrez masih berkarier di level klub bersama Al-Ahli di Saudi Pro League. Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan 4 gol dan 8 assist dari 27 penampilan. Rekor lima gelar Premier League (satu bersama Leicester City dan empat bersama Manchester City) serta satu Liga Champions tetap menjadi warisan abadi di level klub.
FAQ – Pertanyaan Umum Seputar Pensiun Riyad Mahrez
1. Kapan Riyad Mahrez resmi mengumumkan pensiun dari Timnas Aljazair?
Riyad Mahrez mengumumkan pensiun pada 2 Juli 2026, beberapa menit setelah Aljazair kalah 2-0 dari Swiss di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pengumuman disampaikan langsung dalam wawancara dengan beIN SPORTS di BC Place Vancouver.
2. Berapa caps dan gol Riyad Mahrez bersama Timnas Aljazair?
Riyad Mahrez mengoleksi 120 caps dan 40 gol selama 12 tahun bersama Timnas Aljazair (2014–2026). Ia menempati peringkat kedua terbanyak sepanjang masa untuk kedua kategori tersebut, di bawah Aïssa Mandi (caps) dan Islam Slimani (gol).
3. Prestasi apa saja yang diraih Riyad Mahrez bersama Aljazair?
Prestasi terbesar Riyad Mahrez bersama Aljazair adalah memenangkan Piala Afrika 2019, gelar kontinental pertama sejak 1990. Ia juga dinobatkan sebagai African Footballer of the Year 2016 dan memimpin Aljazair lolos ke Piala Dunia 2026 setelah 12 tahun absen.
4. Siapa yang akan menggantikan Riyad Mahrez sebagai kapten Timnas Aljazair?
Nama Aïssa Mandi, bek dengan caps terbanyak sepanjang masa Aljazair, menjadi kandidat kuat pengganti Riyad Mahrez sebagai kapten. Di sisi lain, Anis Hadj Moussa dari Feyenoord disebut-sebut sebagai calon pengganti di posisi sayap kanan.
5. Apakah Riyad Mahrez masih bermain untuk klubnya setelah pensiun dari timnas?
Ya. Riyad Mahrez masih aktif bermain untuk Al-Ahli di Saudi Pro League. Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan 4 gol dan 8 assist dari 27 penampilan. Pensiun hanya berlaku untuk tim nasional, bukan karier klubnya.
Kesimpulan: Akhir Sebuah Legenda, Awal Babak Baru
Pensiunnya Riyad Mahrez dari Timnas Aljazair menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Afrika. Ia pergi sebagai legenda dengan 120 caps, 40 gol, dan satu trofi Piala Afrika. Keputusannya mengakhiri 12 tahun pengabdian setelah kekalahan pahit di Piala Dunia 2026.
Bagi komunitasbola Aljazair, kehilangan Mahrez adalah ujian besar. Namun warisannya sebagai salah satu pemain terbaik Afrika akan terus dikenang. Generasi baru kini mendapat panggilan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan sang kapten.
Riyad Mahrez telah menorehkan namanya dalam sejarah sepak bola Aljazair. Dari Leicester City hingga Manchester City, dari Piala Afrika 2019 hingga Piala Dunia 2026, ia telah memberikan segalanya untuk negaranya. Selamat pensiun, Riyad Mahrez. komunitasbola dunia akan merindukan aksi-aksi magismu di panggung internasional.









