komunitasbola – Mantan bek kiri timnas Inggris, Ashley Cole, kini memulai babak baru dalam kariernya sebagai pelatih kepala. Setelah mencatatkan 107 penampilan untuk Inggris menjadikannya salah satu pemain dengan caps terbanyak sepanjang masa Cole kini menghadapi tantangan berbeda di dunia kepelatihan.
Namun, perjalanan menuju posisi pelatih kepala tidaklah mudah.
Baca juga : Mantan Kiper Arsenal Alex Manninger Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tragis

Perjalanan Panjang Menuju Kursi Pelatih
Setelah pensiun sebagai pemain, Cole langsung menekuni dunia kepelatihan. Ia memulai dengan menyelesaikan pendidikan kepelatihan di Derby County di bawah Frank Lampard. Setelah itu, ia mengembangkan kariernya di akademi Chelsea sebelum menjadi asisten pelatih di beberapa klub dan tim nasional.
Selama hampir tujuh tahun, Cole mengumpulkan pengalaman dengan membantu pelatih seperti:
- Di Everton
- Di Birmingham City bersama Wayne Rooney
- Di tim nasional Inggris bersama Lee Carsley
Meski memiliki pengalaman yang cukup panjang sebagai asisten, kesempatan untuk menjadi pelatih kepala di Inggris tak kunjung datang.
Hambatan dan Realita di Inggris
Cole mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap minimnya peluang di Inggris. Banyak klub menilai dirinya kurang pengalaman sebagai pelatih kepala, meskipun ia telah bertahun-tahun bekerja sebagai asisten.
Ia mempertanyakan logika tersebut:
“Mereka bilang saya tidak punya pengalaman. Saya mengerti, tapi bagaimana saya bisa mendapatkannya jika tidak diberi kesempatan?”
Situasi ini mencerminkan tantangan yang sering dibahas dalam komunitas bola, terutama terkait jalur karier mantan pemain menuju posisi manajerial.
Keputusan Berani ke Italia
Akhirnya, Cole mengambil langkah besar dengan menerima tawaran dari klub divisi dua Italia, Cesena. Ini menjadi peran pelatih kepala senior pertamanya.
Italia bukan tempat asing bagi Cole. Ia pernah bermain di AS Roma menjelang akhir kariernya sebagai pemain. Kini, ia kembali dengan peran yang berbeda dan ambisi baru.
“Ini langkah besar, dan saya bangga. Tidak banyak pelatih kulit hitam Inggris di Italia.”
Keputusan Cesena menunjuk Cole juga dianggap sebagai langkah progresif dan berani.
Membangun Sesuatu yang Istimewa
Cole melihat kesempatan ini sebagai awal dari sesuatu yang lebih besar. Ia ingin menciptakan pendekatan berbeda dan membawa warna baru bagi timnya.
“Kami ingin melakukan sesuatu yang berbeda sesuatu yang istimewa.”
Harapannya, langkah ini tidak hanya membuka jalan bagi dirinya, tetapi juga bagi pelatih lain yang menghadapi hambatan serupa topik yang terus menjadi perhatian dalam komunitas bola global.
Kesimpulan
Kisah Ashley Cole adalah contoh nyata bahwa transisi dari pemain ke pelatih tidak selalu mulus. Meski memiliki pengalaman dan reputasi besar, peluang tetap harus diperjuangkan.
Kini, dengan tantangan baru di Italia, Cole memiliki kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih kepala—dan mungkin membuka lebih banyak pintu di masa depan.









