Harry Kane Jadi Favorit Ballon d’Or, tetapi Sejarah Berkata Lain

komunitasbola – Daftar nominasi Ballon d’Or yang akan diumumkan pada hari Selasa menjadi salah satu momen yang paling dinantikan para penggemar sepak bola. Harry Kane muncul sebagai salah satu favorit utama setelah menjalani musim produktif bersama klub dan tim nasional.

Namun, mencetak banyak gol bukan satu-satunya faktor yang menentukan pemenang penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut. Sejarah Ballon d’Or menunjukkan bahwa performa di turnamen besar sering kali memiliki pengaruh yang sangat besar.

Bagi komunitas bola, perjalanan seorang pemain di Piala Dunia, kompetisi kontinental, dan turnamen penting lainnya dapat menjadi pembeda dalam perebutan penghargaan.

Baca juga : Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez

Piala Dunia Sering Menjadi Penentu

Sejak Ballon d’Or pertama kali diberikan pada 1956, penampilan di kompetisi terbesar sepak bola dunia secara konsisten memengaruhi hasil pemungutan suara.

Pengaruh tersebut semakin terlihat pada tahun-tahun penyelenggaraan Piala Dunia. Pemain yang tampil gemilang dan membawa negaranya meraih prestasi besar biasanya memiliki peluang lebih kuat untuk memenangkan penghargaan.

Dalam beberapa edisi terakhir, pola tersebut juga semakin jelas. Sulit bagi seorang pemain untuk memenangkan Ballon d’Or tanpa meraih trofi utama bersama klub atau tim nasional.

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi Harry Kane. Meski memiliki catatan gol yang luar biasa, ia harus bersaing dengan pemain-pemain yang mampu memberikan dampak besar di pertandingan dan kompetisi paling bergengsi.

Bagaimana Proses Pemilihan Ballon d’Or?

Setelah daftar nominasi diumumkan, pemenang Ballon d’Or ditentukan melalui pemungutan suara juri internasional yang terdiri dari jurnalis spesialis sepak bola.

Setiap negara yang masuk dalam daftar 100 negara dengan peringkat terbaik memiliki satu perwakilan untuk memberikan suara. Para jurnalis tersebut kemudian memilih pemain yang mereka anggap paling layak berdasarkan performa dan pencapaiannya.

Karena itu, penghargaan ini tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah gol. Konsistensi, prestasi tim, performa di pertandingan penting, serta kontribusi individu juga dapat menjadi pertimbangan.

Kane dan Peluang Meraih Ballon d’Or

Harry Kane sebelumnya belum pernah finis lebih tinggi dari posisi ke-10 dalam perebutan Ballon d’Or. Kondisi tersebut membuat peluangnya kali ini menjadi menarik untuk diperhatikan.

Musim produktif bersama klub dan performa bersama tim nasional membuat Kane masuk dalam pembicaraan sebagai salah satu kandidat utama. Namun, sejarah menunjukkan bahwa status sebagai pencetak gol terbanyak saja belum tentu cukup untuk memenangkan penghargaan.

Kane perlu menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya terlihat dari statistik gol, tetapi juga dari pengaruhnya dalam pertandingan-pertandingan besar.

Jika ia mampu membawa timnya meraih trofi penting, peluangnya untuk mengakhiri penantian dan memenangkan Ballon d’Or tentu akan semakin besar.

Sejarah Ballon d’Or Dimulai pada 1956

Ballon d’Or diciptakan oleh jurnalis France Football, Gabriel Hanot. Penghargaan tersebut pertama kali diberikan pada 1956 dan Sir Stanley Matthews dari Inggris menjadi pemenang perdana.

Pada awalnya, penghargaan ini hanya dapat diberikan kepada pemain asal Eropa. Aturan tersebut kemudian berubah pada 1995 ketika kelayakan diperluas kepada pemain dari seluruh dunia.

Perubahan tersebut membuat Ballon d’Or berkembang menjadi penghargaan global yang dapat diperebutkan pemain dari berbagai negara dan liga.

Raymond Kopa dan Tradisi Tahun Piala Dunia

Raymond Kopa menjadi pemenang Ballon d’Or pertama yang meraih penghargaan tersebut pada tahun Piala Dunia. Pada 1958, Kopa membantu Prancis mencapai semifinal Piala Dunia.

Momen tersebut memperlihatkan bagaimana performa seorang pemain di panggung internasional dapat memberikan pengaruh besar terhadap penilaian Ballon d’Or.

Namun, sejarah penghargaan ini juga memiliki kisah menarik. Untuk memperingati ulang tahun ke-60 Ballon d’Or pada 2016, France Football melakukan tinjauan retrospektif terhadap edisi-edisi sebelum 1995.

Hasil tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa Pele seharusnya memenangkan penghargaan pada salah satu edisi tersebut setelah menginspirasi Brasil meraih gelar Piala Dunia pertamanya pada usia hanya 17 tahun.

Apakah Kane Bisa Menjadi Pengecualian?

Dengan sejarah yang begitu kuat mengaitkan Ballon d’Or dengan trofi dan turnamen besar, Harry Kane menghadapi tantangan besar untuk menjadi pengecualian.

Produktivitasnya di depan gawang jelas menjadi modal penting. Namun, sejarah penghargaan menunjukkan bahwa narasi kesuksesan tim sering kali memiliki bobot yang tidak kalah besar.

Bagi komunitas bola, persaingan Ballon d’Or kali ini akan menarik untuk diikuti karena Kane memiliki kesempatan membuktikan bahwa performa individu yang luar biasa juga dapat mengalahkan tradisi penghargaan yang selama ini sangat dipengaruhi trofi.

Pada akhirnya, keputusan berada di tangan para jurnalis pemilih. Apakah statistik dan konsistensi Kane cukup untuk membawanya meraih Ballon d’Or, ataukah sejarah kembali berpihak kepada pemain yang berhasil mengangkat trofi terbesar? Jawabannya akan diketahui setelah seluruh suara dihitung.