Hasil Persis 2-2 Madura United : Drama Injury Time Komunitasbola

Pemain Persis Solo mengenakan jersey merah (Aladin) sedang berduel memperebutkan bola dengan pemain Madura United berjersey putih (Weha Group) di tengah lapangan dengan latar belakang tribun penonton yang terisi sebagian; terdapat logo KOMUNITASBOLA di kiri bawah dan teks "Hasil Persis 2-2 Madura United : Drama Injury Time" pada bilah emas transparan di bagian bawah.

Drama Lima Menit Terakhir: Hasil Persis vs Madura United 2-2 Versi Komunitasbola

Komunitasbola – Stadion Manahan menjadi saksi drama lima menit terakhir yang menegangkan. Hasil pertandingan Persis vs Madura United berakhir imbang 2-2 dalam laga pekan ke-21 BRI Super League, Jumat (13/2/2026) sore WIB. Liputan eksklusif Komunitasbola mengabadikan bagaimana Dusan Mijic tampil sebagai pahlawan di masa injury time. Gol penyeimbang pada menit 90+2 memastikan Persis terhindar dari kekalahan keenam beruntun di kandang sendiri.

Laga yang dipimpin wasit dengan pengawasan ketat ini menyajikan dua penalti, satu kartu merah yang dibatalkan VAR, dan empat gol. Forum diskusi Komunitasbola langsung ramai membahas keputusan-keputusan kontroversial wasit sepanjang pertandingan. Seluruh informasi terkini dapat diakses di portal berita olahraga tepercaya.

Baca Juga : Prediksi Persis vs Madura United 13 Feb 2026 : Komunitasbola

📋 Laporan Pertandingan Versi Komunitasbola

Babak Pertama: Dua Penalti dan Satu Gol Penebus

Laga baru berjalan sepuluh menit ketika insiden pertama terjadi. Dari skema sepak pojok, Emerson Souza ditarik menarik dengan Roman Paparyga di dalam kotak penalti. Wasit meninjau VAR dan menunjuk titik putih untuk Persis.

Paparyga yang dipercaya sebagai eksekutor maju dengan percaya diri. Namun tendangan mendatarnya terbaca sempurna oleh Dicky Indrayana. Kiper Madura United itu melakukan penyelamatan gemilang, membuat skor tetap 0-0.

Kegagalan penalti jelas memengaruhi mental tuan rumah. Lima menit berselang, Paparyga kembali mendapat peluang, namun sepakannya hanya membentur tiang gawang. Catatan Komunitasbola menegaskan, ini adalah periode terburuk Persis di babak pertama.

Keasyikan menyerang justru menjadi bumerang. Menit ke-29, Althaf Indie melanggar Iran Junior di area terlarang. Wasit kembali menunjuk titik putih, kali ini untuk tim tamu.

Junior Brandao yang menjadi algojo tampil tenang. Pada menit ke-32, ia sukses memperdaya Vukasin Vranes dan membawa Madura United unggul 1-0.

Tertinggal satu gol membuat Persis keluar menyerang habis-habisan. Hasilnya datang pada menit ke-42. Berawal dari sepak pojok Andrei Alba, Roman Paparyga menebus kegagalannya. Tandukan tajamnya mengoyak jala Dicky Indrayana sekaligus menyamakan skor 1-1 hingga turun minum.

Babak Kedua: Keunggulan Kedua Madura dan Drama Kartu Merah

Memasuki babak kedua, Persis langsung mengambil inisiatif serangan. Namun Madura United beberapa kali melancarkan serangan balik berbahaya. Analisis Komunitasbola menyebut lini pertahanan tuan rumah bekerja ekstra keras.

Gol kedua Madura United lahir pada menit ke-65. Situasi sepak pojok menciptakan kemelut di depan gawang Persis. Jorge Mendonca yang berdiri bebas menyambar bola muntah dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk tim tamu.

Keunggulan tersebut membuat Madura United semakin percaya diri. Pada menit ke-72, drama kembali terjadi. Kapten Persis Andrei Alba diganjar kartu merah usai melanggar Iran Junior. Namun setelah peninjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu kuning. Sorotan Komunitasbola mencatat, ini adalah momen krusial yang bisa mengubah jalannya laga.

Memasuki menit-menit akhir, tekanan Persis semakin intens. Peluang demi peluang tercipta, termasuk melalui sepak pojok dan tendangan bebas. Namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah klasik Laskar Sambernyawa.

Menit 90+2: Mijic Jadi Penyelamat

Saat kemenangan tamu tampak di depan mata, Persis memaksimalkan momentum di masa tambahan waktu. Dalam situasi kemelut di kotak penalti Madura United, Dusan Mijic memanfaatkan bola rebound ketiga saat kiper sudah terjatuh. Sepakannya tak mampu dibendung dan mengubah skor menjadi 2-2 pada menit 90+2.

Rekam jejak Komunitasbola mencatat, ini adalah gol kedua Mijic musim ini dan keduanya lahir di masa injury time. Pemain asal Serbia itu memang punya reputasi sebagai spesialis gol penyeimbang.

Persis masih berupaya membalikkan keadaan di sisa waktu tambahan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 2-2 tetap bertahan.

🔍 Reaksi Pelatih: Komentar Eksklusif untuk Komunitasbola

Milomir Seslija: “Kita Banyak Melakukan Kesalahan Sendiri”

Pelatih Persis Solo Milomir Seslija mengakui anak asuhnya banyak melakukan kesalahan individual. Dalam konferensi pers usai laga, ia memberikan penilaian jujur tentang performa timnya.

“Ada banyak hal bagus, tapi banyak juga yang harus diperbaiki. Sudah bisa mencetak gol, tapi kita kembali kebobolan,” kata Milo di Stadion Manahan.

Ia juga mengapresiasi suporter yang hadir ke stadion, meskipun timnya belum bisa memberikan hasil maksimal.

“Saya apresiasi suporter yang datang, meskipun kami belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Meski kita bermain baik, hasil masih seperti yang tidak kita inginkan. Kita banyak peluang tapi tidak bisa kita manfaatkan, banyak kesalahan sendiri juga,” jelasnya.

Milo menyoroti kegagalan penalti di awal laga sebagai titik balik mental tim.

“Kemarin kita kesulitan mencetak gol, sekarang sudah bisa meski kita kebobolan lagi. Jika dibandingkan beberapa waktu lalu, ini Persis yang baru dan kita lebih agresif,” pungkasnya.

Informasi dari Komunitasbola menyebut, Milo juga menjelaskan alasan Jefferson Corioca tidak masuk Daftar Susunan Pemain. Aturan liga membolehkan sembilan pemain asing, sementara Persis memiliki sepuluh.

Carlos Parreira: “Pertandingan Menghibur untuk Penonton”

Di kubu Madura United, Pelatih Carlos Eduardo Parreira menilai laga ini sangat menghibur. Timnya nyaris membawa pulang tiga poin sebelum dianulir di menit akhir.

“Laga ini sangat bagus untuk kedua tim. Kedua tim menampilkan semangat yang luar biasa. Kami semakin hari semakin kuat, seperti yang kami tampilkan hari ini,” kata Carlos.

“Saya yakin para penggemar yang datang sangat menikmatinya karena kedua tim memiliki semangat untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya dalam wawancara terpisah.

Meski gagal mengamankan poin penuh, pelatih asal Brasil itu tetap optimistis timnya akan tampil semakin solid di laga-laga berikutnya.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami menjadi semakin kuat di setiap pertandingan. Kami percaya diri untuk pertandingan selanjutnya melawan Arema FC,” tegasnya.

Riset data Komunitasbola menunjukkan, Madura United memang belum pernah menang di Stadion Manahan dalam empat kunjungan terakhir.

📊 Dampak Hasil Versi Komunitasbola

Hasil imbang 2-2 ini membawa konsekuensi besar bagi kedua tim di papan bawah klasemen BRI Super League.

TimPoinPeringkatMenangSeriKalahSelisih Gol
Persis Solo1218 (Dasar)2613-38
Madura United19144710-10

Persis Solo masih tertahan di dasar klasemen dengan 12 poin dari 21 pertandingan. Mereka baru meraih dua kemenangan sepanjang musim, catatan terburuk di liga. Selisih gol minus 38 juga menjadi yang terburuk, menunjukkan rapuhnya pertahanan Laskar Sambernyawa.

Madura United naik satu peringkat ke posisi 14 dengan koleksi 19 poin. Meski belum aman dari zona degradasi, jarak tiga poin dari peringkat 17 memberi sedikit ruang bernapas. Yang lebih positif, Laskar Sape Kerrab kini telah mencetak gol dalam dua laga beruntun setelah sebelumnya mandul empat pertandingan.

Sorotan Komunitasbola mencatat, Persis memiliki catatan mengerikan di kandang musim ini. Dari 11 laga di Stadion Manahan, mereka hanya menang sekali, imbang tiga kali, dan kalah tujuh kali. Ini adalah rekor kandang terburuk di antara semua tim BRI Super League.

🎯 Analisis Taktik Komunitasbola

Prediksi Komunitasbola sebelum laga menyebut efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi lini belakang sebagai faktor kunci. Keduanya terbukti menjadi kelemahan fatal Persis.

Efektivitas penyelesaian akhir: Dari 16 tembakan yang dilepaskan Persis, hanya dua yang menjadi gol. Satu penalti gagal, satu tembakan membentur tiang. Rasio konversi peluang menjadi gol Persis adalah yang terburuk kedua di liga.

Konsentrasi lini belakang: Dua gol Madura United lahir dari kesalahan individu pemain bertahan Persis. Gol pertama dari penalti akibat pelanggaran ceroboh. Gol kedua dari bola muntah karena koordinasi buruk antara bek dan kiper.

Dukungan tribun: 3.291 penonton yang hadir di Stadion Manahan memberikan tekanan psikologis kepada lawan, tetapi juga membuat pemain Persis terburu-buru dalam membangun serangan.

Bahan refleksi di Komunitasbola mengerucut pada satu pertanyaan: akankah Milomir Seslija mampu memperbaiki pertahanan tim sebelum terlambat? Dengan 13 pertandingan tersisa, defisit 7 poin dari zona aman masih mungkin dikejar. Tapi butuh konsistensi yang selama ini tidak pernah ditunjukkan Laskar Sambernyawa.

💬 Penutup Komunitasbola

Bagi Persis Solo, satu poin ini terasa pahit. Mereka nyaris kalah di kandang sendiri, dan hanya selamat berkat gol dramatis di menit akhir. Namun di sisi lain, ini adalah poin pertama mereka dalam tiga laga terakhir. Momentum kecil untuk bangkit dari dasar klasemen.

Bagi Madura United, satu poin ini terasa seperti kekalahan. Mereka sudah dua kali memimpin, dua kali pula gagal mempertahankan keunggulan. Masalah konsistensi di menit-menit krusial masih menghantui tim asuhan Carlos Parreira.

Sepak bola Indonesia selalu punya cara untuk menghadirkan kejutan. Duel di Manahan Jumat sore ini adalah bukti bahwa papan bawah adalah medan perang paling kejam di kompetisi mana pun. Yang kalah belum berarti tamat. Yang menang juga belum berarti selamat. Musim masih panjang, dan perjalanan masih terus berlanjut.

Untuk diskusi lebih lanjut, analisis taktik mendalam, serta update skor langsung pertandingan pekan depan, kunjungi platform diskusi sepakbola terbesar Indonesia. Seluruh anggota Komunitasbola diundang untuk berbagi pandangan dan analisis pascapertandingan.