komunitasbola – Timnas Inggris nyaris mengalami salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah Piala Dunia sebelum Harry Kane tampil sebagai penyelamat. Dua gol yang dicetak sang kapten pada menit-menit krusial memastikan kemenangan atas DR Congo sekaligus mengantarkan The Three Lions ke babak 16 besar.
Kemenangan tersebut menjaga asa Inggris untuk terus melaju di turnamen. Namun di balik hasil positif itu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait performa dan komposisi skuad asuhan Thomas Tuchel.
Baca juga : USA Vs Bosnia 2-0: Komunitasbola Review Laga 32 Besar Piala Dunia 2026

Harry Kane Selamatkan Inggris dari Momen Memalukan
Sebelum gol-gol Kane tercipta, Inggris berada di ambang hasil yang berpotensi dikenang sebagai salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Kekalahan dari DR Congo akan sejajar dengan beberapa momen paling mengecewakan yang pernah dialami Inggris, termasuk kekalahan dari Islandia pada babak 16 besar Euro 2016 dan kekalahan mengejutkan dari Amerika Serikat pada Piala Dunia 1950.
Berkat ketenangan dan insting tajam Kane di depan gawang, Inggris berhasil membalikkan keadaan dan menghindari aib nasional yang bisa saja mengguncang seluruh komunitas bola Inggris.
Tantangan Berat Menanti di Babak 16 Besar
Setelah lolos dari fase grup, Inggris kini bersiap menghadapi Meksiko di babak 16 besar. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Azteca, salah satu stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia.
Bermain melawan tuan rumah bersama tentu bukan tugas mudah. Dukungan puluhan ribu suporter Meksiko diperkirakan akan menciptakan atmosfer yang sangat menekan bagi skuad Inggris.
Meski demikian, kemenangan atas DR Congo memberikan modal kepercayaan diri yang penting menjelang laga besar tersebut.
Performa Inggris Masih Jauh dari Meyakinkan
Walaupun berhasil meraih kemenangan, permainan Inggris belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan dari salah satu kandidat juara.
Sepanjang turnamen, sejumlah kelemahan terus terlihat, terutama dalam organisasi permainan dan kestabilan lini pertahanan. Perubahan susunan pemain yang dilakukan Tuchel dari satu pertandingan ke pertandingan lain juga menimbulkan kesan bahwa sang pelatih masih mencari formula terbaik.
Jika Tuchel sudah mengetahui komposisi ideal timnya, hal itu belum terlihat jelas di lapangan.
Posisi Bek Kanan Jadi Sumber Masalah
Salah satu area yang paling mengkhawatirkan adalah posisi bek kanan. Cedera dan performa yang tidak konsisten membuat sektor ini menjadi titik lemah Inggris selama turnamen berlangsung.
Dalam kemenangan atas DR Congo, Declan Rice bahkan kembali dimainkan sebagai bek kanan meski posisi alaminya adalah gelandang bertahan. Keputusan tersebut memperkuat anggapan bahwa Inggris masih belum menemukan solusi permanen di sektor tersebut.
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pengamat dan komunitas bola yang mengikuti perjalanan Inggris di Piala Dunia.
Cedera Pemain Menambah Pusing Thomas Tuchel
Masalah lain yang dihadapi Inggris adalah kondisi kebugaran pemain. Tuchel sebelumnya memasukkan Tino Livramento dan Reece James ke dalam rencana tim meski keduanya memiliki riwayat cedera yang cukup panjang.
Livramento akhirnya gagal masuk skuad Piala Dunia, sementara James kembali diragukan tampil setelah mengalami cedera hamstring. Kondisi tersebut membuat opsi di posisi bek kanan semakin terbatas.
Di sisi lain, Jarell Quansah yang tampil sebagai bek kanan saat menghadapi Panama juga mengalami cedera dan tidak tersedia saat Inggris menghadapi DR Congo. Akibatnya, Djed Spence dipercaya mengisi posisi tersebut selama 70 menit pertama pertandingan.
Inggris Harus Segera Berbenah
Kemenangan dramatis atas DR Congo memang menjaga mimpi Inggris di Piala Dunia tetap hidup. Namun hasil tersebut tidak boleh menutupi berbagai masalah yang masih ada di dalam tim.
Thomas Tuchel dan para pemainnya harus segera menemukan kestabilan permainan, terutama di lini belakang, jika ingin melangkah lebih jauh. Menghadapi Meksiko di Stadion Azteca akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Inggris untuk meraih gelar juara dunia.
Dengan Harry Kane yang terus menunjukkan kualitas sebagai pemimpin dan pencetak gol utama, peluang Inggris masih terbuka. Namun tanpa perbaikan yang signifikan, perjalanan mereka di turnamen ini bisa berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.









