komunitasbola – Berbicara dengan para penggemar Tottenham dalam perjalanan menuju pertandingan Liga Champions melawan Borussia Dortmund pada Selasa malam, hampir tidak ada yang masih percaya pada Thomas Frank. Suasana pesimistis menyelimuti para pendukung, seolah kekalahan telak dari wakil Jerman itu hanya tinggal menunggu waktu.
Banyak yang meyakini bahwa kekalahan tersebut yang akan menjadi kekalahan keempat berturut-turut di semua kompetisi bukan hanya akan memicu cemoohan lebih keras di stadion, tetapi juga mengakhiri masa jabatan Frank sebagai manajer Spurs.
Namun, sepak bola kembali menunjukkan sisi dramatisnya.
Baca juga : KOMUNITAS BOLA : Kemenangan Bodo Glimt 3-1 Man City

Kemenangan Tak Terduga Melawan Dortmund
Alih-alih kekalahan, Tottenham justru meraih kemenangan penting 2-0. Gol babak pertama dari Christian Romero dan Dominic Solanke menjadi pembeda dalam laga tersebut.
Kemenangan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga soal konteks. Spurs tampil dengan kondisi skuad yang tidak lengkap, namun mampu menunjukkan performa penuh semangat dan disiplin. Hasil ini memberi Thomas Frank waktu bernapas dan mungkin lebih dari sekadar itu.
Di mata komunitas bola, kemenangan seperti ini sering kali menjadi titik balik, baik bagi tim maupun sang pelatih.
Dari Cemoohan ke Sorakan
Beberapa hari sebelum laga ini, suasana di Stadion Tottenham Hotspur sangat suram. Peluit akhir pertandingan melawan West Ham disambut cemoohan keras setelah lawan mencetak gol kemenangan di menit-menit terakhir.
Bahkan sebelum kick-off melawan Dortmund, masih terdengar cemoohan ketika nama Thomas Frank dibacakan. Namun, semuanya berubah drastis di akhir laga. Sorakan menggema saat Spurs memastikan kemenangan yang kini menempatkan mereka dalam posisi kuat untuk lolos otomatis ke babak gugur Liga Champions.
Masihkah Frank Dipercaya?
Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah kemenangan ini hanya penangguhan sementara bagi Frank, atau justru menjadi fondasi untuk membangun kariernya di Tottenham?
Lebih jauh lagi, apakah satu kemenangan cukup untuk merebut kembali hati para penggemar yang terlanjur kecewa?
Penolakan terhadap Frank terlihat jelas saat kekalahan melawan West Ham. Banyak pendukung menyanyikan chant “you’ll be sacked in the morning”, menandakan hilangnya kesabaran.
Suara dari Tribun Penonton
Perasaan itu masih terasa menjelang laga kontra Dortmund.
“Saya benar-benar berpikir 99% dari stadion ini menginginkan Frank dipecat,” ujar Sarah Sturgeon-Scraggs, pendukung setia Spurs yang telah rutin menghadiri laga kandang bersama ayahnya, Ronnie, sejak usia sembilan tahun.
Kini, dengan hasil positif di Eropa, opini publik mulai terbelah. Bagi sebagian komunitas bola, inilah momen pembuktian. Bagi yang lain, satu kemenangan belum cukup untuk menghapus rentetan kekecewaan.









