komunitasbola – Leicester City dikabarkan bersiap memasuki era baru setelah pemilik asal Thailand, King Power, mempertimbangkan untuk menjual klub yang telah mereka miliki selama 16 tahun.
Untuk membantu proses penjualan, bank investasi asal Amerika Serikat, Citigroup, telah menyiapkan brosur penjualan setebal delapan halaman. Dokumen tersebut diberi judul “Project Lineup” dan menawarkan Leicester sebagai peluang investasi dengan nilai lebih dari £200 juta.
Langkah ini menjadi perhatian besar, terutama karena Leicester pernah mencatat salah satu kisah paling spektakuler dalam sejarah sepak bola Inggris ketika menjuarai Liga Primer pada 2016.
Baca juga : Bernardo Tavares Jadi Satu-Satunya Pelatih Berstatus Juara di BRI Super League 2026/2027

Aset Leicester Bernilai Lebih dari £200 Juta
Dalam brosur tersebut, Citigroup memasukkan sejumlah aset penting Leicester City sebagai bagian dari paket penjualan.
Aset itu mencakup tim utama, tim wanita, Stadion King Power yang memiliki kapasitas sekitar 32.000 penonton, serta pusat latihan Seagrave.
Fasilitas latihan yang mulai digunakan pada 2020 tersebut dibangun dengan nilai sekitar £121 juta dan menjadi salah satu aset berharga yang dimiliki klub.
Selain Leicester City, OH Leuven, klub asal Belgia yang juga berada di bawah kepemilikan King Power, turut dicantumkan sebagai bagian dari aset yang akan dijual.
Leicester Menonjolkan Kesuksesan Masa Lalu
Citigroup menggambarkan penjualan Leicester sebagai “kesempatan langka” untuk mengakuisisi klub dengan rekam jejak kuat dalam meraih promosi ke divisi yang lebih tinggi.
Prestasi besar Leicester juga mendapat sorotan dalam materi promosi tersebut. Keberhasilan menjuarai Liga Primer pada 2016 dengan peluang awal sekitar 5.000 banding 1 menjadi salah satu pencapaian yang paling ditonjolkan.
Lima tahun kemudian, Leicester kembali mengukir sejarah dengan memenangkan Piala FA untuk pertama kalinya.
Pencapaian-pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari daya tarik klub bagi calon investor dan komunitas bola yang masih melihat Leicester sebagai klub dengan potensi untuk kembali ke level tertinggi.
Kondisi Terbaru Tidak Banyak Disorot
Menariknya, brosur tersebut tidak mencantumkan posisi Leicester saat ini di League One.
The Foxes harus menerima kenyataan pahit setelah mengalami dua degradasi beruntun, masing-masing dari Liga Primer dan Championship. Kondisi tersebut membuat Leicester kini berada di kasta ketiga sepak bola Inggris.
Situasi di lapangan itu menjadi kontras dengan gambaran positif yang ditampilkan dalam dokumen penjualan.
Citigroup lebih memilih menonjolkan sejarah keberhasilan klub serta potensinya untuk kembali meraih promosi, dibandingkan membahas secara mendalam keterpurukan Leicester dalam beberapa musim terakhir.
Pendapatan Besar, tetapi Utang Juga Mengintai
Dari sisi finansial, Leicester masih memiliki daya tarik tersendiri.
Citigroup memperkirakan omzet klub akan mencapai lebih dari £97 juta pada tahun keuangan 2026. Angka tersebut menjadi salah satu poin yang digunakan untuk memperkuat prospek investasi Leicester.
Namun, materi penjualan tersebut tidak menyoroti kerugian finansial yang dialami klub selama beberapa tahun terakhir.
Utang Leicester juga menjadi persoalan penting. Berdasarkan laporan keuangan 2025, klub memiliki pinjaman bank sekitar £103,6 juta.
Kondisi tersebut tentu menjadi faktor yang harus diperhitungkan oleh calon pembeli sebelum mengambil alih klub.









