Liam Rosenior Pertahankan Gaya Lama Chelsea

komunitasbola – Pelatih kepala baru Chelsea, Liam Rosenior, menegaskan bahwa ia tidak melakukan perubahan taktis atau teknis apa pun menjelang pertandingan pertamanya melawan Charlton. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa arah permainan Chelsea di bawah kepemimpinannya kemungkinan besar akan tetap sama seperti sebelumnya.

Keputusan tersebut bukan berarti Liam Rosenior minim inovasi atau kemampuan membaca lawan. Namun, kesamaan pendekatannya dengan pendahulunya, Enzo Maresca, membuatnya tidak perlu menciptakan sistem yang benar-benar baru.

Baca juga : Kekalahan Mengejutkan Leverkusen dari Stuttgart Mengubah Peta Klasemen

Alasan Tidak Mengubah Taktik

Ketika ditanya oleh komunitas bola tentang minimnya perubahan taktis sebelum kemenangan 5-1 Chelsea di putaran ketiga Piala FA, Rosenior menjawab dengan lugas:

“Ini adalah tim yang memenangkan Piala Dunia Antarklub lima bulan lalu. Ini juga tim yang memenangkan Liga Conference tahun lalu. Kami adalah tim yang bagus. Mereka telah dilatih dengan baik. Saya tidak merahasiakan hal itu.”

Rosenior ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan Maresca karena ia sudah memahami filosofi permainan Chelsea. Pengalamannya di Strasbourg—sebagai bagian dari model multi-klub Chelsea—membuatnya terbiasa dengan sistem yang diterapkan di Stamford Bridge.

Kesamaan Sistem Chelsea dan Strasbourg

Secara desain, Chelsea dan Strasbourg bermain dengan pendekatan yang hampir sama. Hal ini memungkinkan pemain, bahkan pelatih, untuk beradaptasi dengan cepat di antara kedua klub.

Pada laga melawan Charlton, Chelsea tetap menggunakan formasi 4-2-3-1 seperti era Maresca. Namun dalam membangun serangan, mereka mengaplikasikan struktur 3-2-2-3 yang biasa digunakan Rosenior di Strasbourg.

Fokus Utama: Intensitas dan Mentalitas

Meski tidak banyak mengubah sistem, Rosenior tetap membawa penekanan baru. Chelsea diketahui kerap kesulitan mempertahankan keunggulan musim ini, dengan kehilangan 15 poin dari posisi unggul di Liga Premier dan hanya meraih satu kemenangan dari sembilan laga liga terakhir.

“Hal terbesar yang saya tantang kepada para pemain adalah reaksi kami terhadap kemunduran dan intensitas permainan,” kata Rosenior.
“Saya sangat senang dengan kekompakan dan semangat tim hari ini memenangkan duel, memenangkan sundulan, dan melakukan hal-hal mendasar dengan baik. Dari situlah kegembiraan datang.”

Sumber dari sesi latihan pertamanya menyebutkan bahwa intensitas menjadi tema utama, sekaligus jawaban atas kelemahan Chelsea yang kerap bermain lambat dalam penguasaan bola.

Pekerjaan Rumah di Situasi Bola Mati

Chelsea juga masih menunjukkan kerentanan dalam situasi bola mati. Mereka kembali kebobolan ketika Miles Leaburn memperkecil skor menjadi 2-1 di babak kedua, meski akhirnya menang dengan nyaman.

“Kami perlu meningkatkan aspek itu juga lemparan jauh, tendangan bebas dari sisi lapangan, dan tendangan sudut ke kotak penalti. Itulah dasar-dasar sepak bola yang saya maksud,” jelas Rosenior.

Prioritas Rosenior ke Depan

Dengan jadwal pertandingan yang padat dan waktu persiapan yang terbatas, Rosenior tampaknya menempatkan sistem dan gaya bermain di urutan bawah daftar prioritas. Fokus utamanya adalah membangun intensitas, mentalitas, dan fondasi permainan yang solid.

Bagi komunitas bola, pendekatan ini menunjukkan bahwa era Rosenior mungkin bukan tentang revolusi taktik, melainkan penyempurnaan detail dan konsistensi di atas fondasi yang sudah ada.