komunitasbola – Guglielmo Vicario mengalami malam yang sulit jelang Natal saat Tottenham Hotspur tampil mengecewakan dan takluk dari Nottingham Forest. Penampilan buruk sang kiper kembali menjadi sorotan setelah serangkaian kesalahan fatal yang berujung kekalahan telak bagi Spurs.
Bagi komunitas bola, laga ini menjadi bukti bahwa konsistensi Tottenham masih jauh dari harapan, terutama di sektor pertahanan.
Baca juga : Crystal Palace vs Manchester City 2025

Kesalahan Awal yang Mengubah Jalannya Laga
Tottenham sebenarnya sudah berada di bawah tekanan sejak awal pertandingan. Kesalahan fatal Vicario terjadi pada menit ke-28 ketika umpannya yang buruk ke arah Archie Gray berhasil direbut Ibrahim Sangare di tepi kotak penalti. Sangare dengan cepat mengalirkan bola kepada Callum Hudson-Odoi yang tanpa kesulitan menaklukkan gawang Spurs.
Ironisnya, sebelum gol tersebut, Vicario sempat melakukan penyelamatan dari bola muntah hasil tembakan Neco Williams setelah sundulan Sangare membentur tiang gawang.
Forest Semakin Percaya Diri
Alih-alih bangkit, Tottenham justru semakin terpuruk. Hudson-Odoi mencetak gol keduanya hanya lima menit setelah babak kedua dimulai. Umpan silang dari sisi kiri melayang melewati Vicario, yang kembali gagal mengantisipasi bola.
Spurs tampak kehilangan arah dan gagal memberikan perlawanan berarti sepanjang laga.
Gol Spektakuler Sangare Menutup Laga
Vicario sebenarnya tak bisa disalahkan atas gol ketiga Nottingham Forest. Pada menit-menit akhir pertandingan, Sangare melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 25 yard yang menghantam tiang sebelum bersarang di gawang. Gol spektakuler tersebut memastikan kemenangan Forest sekaligus mengunci tiga poin penting.
Dampak bagi Klasemen Liga Primer
Kemenangan ini membuat Nottingham Forest unggul lima poin dari zona degradasi Liga Primer, sebuah hasil krusial bagi tim yang tampil penuh energi dan determinasi.
Sebaliknya, Tottenham tetap tertahan di posisi ke-11 klasemen. Performa lesu ini juga memupus momentum positif yang sempat dibangun lewat kemenangan beruntun melawan Brentford dan Slavia Prague. Bagi komunitas bola, kekalahan ini menegaskan bahwa Spurs masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk kembali bersaing di papan atas.









