KOMUNITASBOLA – Persija Jakarta resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih kepala Mauricio Souza pada Selasa (26/5/2026), sehari setelah kompetisi BRI Super League 2025/2026 berakhir. Keputusan ini diambil karena Souza gagal memenuhi target utama kontrak: membawa Macan Kemayoran menjadi juara. Persija hanya finis di peringkat ketiga dengan 71 poin, meskipun torehan tersebut menjadi rekor poin tertinggi klub dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga : Michael Carrick Bikin MU Kembali Garang di Komunitasbola
Faktor Utama: Target Juara Tak Tercapai
Pilar utama di balik keputusan Persija melepas Mauricio Souza adalah ketidakmampuan tim mencapai target yang disepakati sejak awal musim. Dalam pernyataan resmi klub, Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh dilakukan, dan kesimpulan akhirnya adalah kontrak tidak diperpanjang. “Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Prapanca dalam keterangan yang dirilis di laman resmi klub.
Target yang dimaksud adalah gelar juara BRI Super League 2025/2026. Sayangnya, Persija gagal memenuhi ambisi tersebut setelah di akhir musim hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen dengan raihan 71 poin. Target utama tersebut menjadi momok yang menghantui perjalanan Souza sepanjang musim dan akhirnya menjadi penyebab utama pemutusan kontrak. Meski harus berpisah, manajemen Persija tetap menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Souza atas dedikasi serta kontribusinya yang telah meninggalkan jejak penting bagi klub.
Rekor 71 Poin: Prestasi yang Tak Terhindarkan dari Pemecatan
Ironisnya, di balik pemecatan tersebut, Mauricio Souza justru mencatatkan rekor yang sangat impresif. Sepanjang musim 2025/2026, Persija berhasil mengumpulkan 71 poin dari 34 pertandingan dengan rincian 22 kemenangan, lima kali imbang, dan tujuh kekalahan. Catatan 71 poin ini merupakan perolehan poin tertinggi yang pernah diraih Persija dalam satu dekade terakhir, setidaknya sejak kompetisi kasta tertinggi di Indonesia kembali menggunakan format satu wilayah.
Di bawah asuhan Mauricio Souza, Persija tampil sebagai tim yang dominan, konsisten menguasai jalannya pertandingan, bermain agresif, serta memiliki keberanian tinggi untuk terus menekan lawan di berbagai situasi. Bahkan, di laga pekan pemungkas, Persija sempat melumat tim yang sudah terdegradasi, Semen Padang, dengan skor meyakinkan 3-0. Prestasi ini secara statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, tetapi karena target utama yang telah disepakati sejak awal kontrak adalah gelar juara, capaian 71 poin di posisi ketiga tidak cukup untuk menyelamatkan posisi Souza.
Berikut rincian pencapaian Persija di bawah Mauricio Souza:
- Poin: 71 poin (rekor klub dalam satu dekade terakhir)
- Kemenangan: 22 kali
- Imbang: 5 kali
- Kekalahan: 7 kali
- Posisi Akhir: Peringkat ketiga BRI Super League
- Target Awal: Juara (tidak tercapai)
Pembersihan Staf: Seluruh Tim Pelatih Juga Dipecat
Keputusan Persija tidak hanya berhenti pada Mauricio Souza. Manajemen klub juga memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak dengan seluruh jajaran staf kepelatihan yang didatangkan Souza. Mereka adalah Italo Bartole Resende (asisten pelatih), Vitor Branco da Cruz (pelatih fisik), Gerson Rodrigues Rios (pelatih kiper), Caio Araujo (analis tim), dan Claudio Luzardi (penerjemah).
Langkah ini menandai pembersihan besar-besaran di tubuh Persija, yang merupakan salah satu klub raksasa Indonesia. “Cuci gudang” ini mengindikasikan bahwa manajemen tidak hanya mengevaluasi pelatih kepala, tetapi juga seluruh struktur kepelatihan yang ada, dengan tujuan membangun fondasi yang benar-benar baru untuk musim depan. Dengan pernyataan “bersih-bersih” ini, praktis tidak ada satu pun staf pelatih yang selamat dan akan tetap dipertahankan.
Bursa Pelatih Baru: Manajemen Bergerak Cepat
Bersamaan dengan pengumuman perpisahan dengan Souza, manajemen Persija langsung bergerak cepat untuk mencari pelatih baru. Mohamad Prapanca menyatakan bahwa pihak klub sudah menjalin komunikasi dengan beberapa kandidat pelatih yang potensial. Pengumuman mengenai siapa pelatih baru Persija dijanjikan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” tegas Prapanca.
Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa Persija tidak ingin berlama-lama tanpa pelatih dan serius dalam mengejar target juara di musim depan. Nama-nama pelatih yang beredar di publik pun menjadi sorotan, meskipun pihak klub masih merahasiakan identitas kandidatnya.
Warisan yang Mungkin Terlupakan
Meski harus berakhir dengan pemecatan, warisan Mauricio Souza bagi Persija tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia berhasil membangun identitas permainan yang kuat, di mana Macan Kemayoran tampil sebagai tim yang tidak kenal takut dan selalu mendominasi. Filosofi sepak bola yang ia tanamkan telah membawa perubahan gaya bermain yang lebih modern dan agresif.
Bahkan, catatan 71 poin adalah bukti nyata bahwa tim ini sebenarnya memiliki kualitas. Namun, dalam sepak bola yang kompetitif, hasil akhir tetap menjadi raja. Target juara yang dibebankan sejak awal kontrak menjadi standar yang tidak terpenuhi, meskipun peningkatan performa terlihat jelas. Souza dan seluruh stafnya pun harus rela angkat koper dari ibu kota.
FAQ
Apa penyebab utama Persija memecat Mauricio Souza?
Penyebab utama adalah kegagalan Mauricio Souza mencapai target juara yang disepakati di awal kontrak. Persija finis di peringkat ketiga dengan 71 poin, meskipun torehan tersebut menjadi rekor poin tertinggi klub dalam satu dekade terakhir.
Siapa saja staf pelatih yang ikut dipecat bersama Mauricio Souza?
Seluruh jajaran staf kepelatihan yang didatangkan Souza, yaitu asisten pelatih Italo Bartole Resende, pelatih fisik Vitor Branco da Cruz, pelatih kiper Gerson Rodrigues Rios, analis tim Caio Araujo, dan penerjemah Claudio Luzardi, juga ikut dipecat.
Kapan Persija akan mengumumkan pelatih baru?
Manajemen Persija mengklaim sudah menjalin komunikasi dengan beberapa kandidat dan akan mengumumkan pelatih baru dalam waktu dekat, dengan target membawa tim menjadi juara pada musim 2026/2027.
Apakah ada calon kuat pelatih baru Persija?
Hingga saat ini, pihak manajemen Persija masih merahasiakan identitas kandidat. Publik masih berspekulasi, dan pengumuman resmi akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Era Mauricio Souza di Persija Jakarta resmi berakhir. Target juara yang gagal terpenuhi menjadi alasan utama di balik keputusan kontroversial ini, meskipun Souza berhasil mencatatkan rekor poin tertinggi klub dalam satu dekade (71 poin). Persija tidak hanya melepas Souza, tetapi juga seluruh staf pelatihnya, menandai pembersihan besar-besaran di tubuh tim. Manajemen klub kini bergerak cepat mencari pengganti yang diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran merebut gelar juara pada musim 2026/2027 mendatang. Warisan gaya permainan agresif dan dominan yang ditinggalkan Souza menjadi fondasi bagi siapa pun yang akan mengisi kursi panas pelatih Persija di masa depan.
Ikuti terus update pertandingan Persija dan transfer pemain hanya di KOMUNITASBOLA.









