komunitasbola – Kemenangan Real Madrid atas Benfica untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions UEFA bukan sekadar hasil pertandingan. Laga ini juga menjadi simbol perlawanan terhadap rasisme di dunia sepak bola.
Gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouaméni, menyebut kemenangan tersebut sebagai “kemenangan bagi semua orang yang menentang rasisme”.
Baca juga : Juventus 3-2 Galatasaray: Dramatis, tetapi Gagal Lolos di Liga Champions

Latar Belakang Insiden
Pada leg pertama, penyerang Real Madrid Vinícius Júnior menuduh dirinya menerima pelecehan rasial dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Prestianni membantah tuduhan tersebut. Namun, ia tetap dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan, sehingga absen pada leg kedua.
Dukungan terhadap Vinicius mengalir deras. Para suporter tuan rumah membentangkan spanduk bertuliskan “No al racismo” sebelum pertandingan dimulai. Aksi tersebut menjadi pesan kuat bahwa rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun di tengah komunitas bola global.
Performa Penentu di Lapangan
Dalam pertandingan leg kedua, Real Madrid sempat tertinggal 0-1. Namun, mereka bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1.
Tchouameni mencetak gol penyeimbang di babak pertama, sebelum Vinicius memastikan kemenangan lewat gol keduanya. Hasil ini membuat Real Madrid unggul agregat 3-1 dan memastikan tiket ke babak 16 besar.
Bagi banyak pihak di komunitas bola, kemenangan ini terasa lebih bermakna dari sekadar angka di papan skor.
Tchouameni: Ada yang Lebih Penting dari Sepak Bola
Tchouameni menegaskan bahwa ada nilai yang lebih besar daripada pertandingan itu sendiri.
“Saya pikir ada hal-hal yang lebih penting daripada pertandingan ini, daripada sepak bola,” ujarnya.
“Vinicius tetap percaya diri dan fokus pada apa yang perlu dia lakukan.”
Ia juga menilai keputusan untuk tidak memainkan Prestianni di leg kedua adalah langkah yang tepat.
“Ada hal-hal yang lebih penting daripada sepak bola dan ini adalah kemenangan bagi kita semua.”
Dukungan Rekan Setim
Bek Real Madrid asal Inggris, Trent Alexander-Arnold, menyebut Vinicius tetap tenang dan rileks sebelum pertandingan.
Menurutnya, Vinicius tidak perlu mencetak gol untuk membuktikan apa pun.
“Dia tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun karena dia sudah berulang kali menunjukkan kualitasnya,” kata mantan pemain Liverpool FC tersebut.
Alexander-Arnold juga menegaskan bahwa Vinicius selalu tampil maksimal ketika tim sangat membutuhkannya.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
Kemenangan ini menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi panggung untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah persaingan sengit Liga Champions, pesan melawan rasisme justru menjadi sorotan utama.
Real Madrid tidak hanya meraih kemenangan penting secara agregat, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa rasisme tidak memiliki tempat di lapangan hijau.









