Panas! Paul Scholes Sindir Kualitas “Buruk” Manchester United di Era Michael Carrick, Postingan Langsung Dihapus

Paul Scholes sindir Michael Carrick usai MU kalah dari Newcastle – simak berita bola lengkap di komunitasbola

komunitasbola – Kekalahan perdana Manchester United di tangan pelatih interim Michael Carrick memicu reaksi keras dari legenda hidup klub, Paul Scholes. Bagi Anda yang mengikuti komunitasbola dan perkembangan terkini berita bola , momen ini menjadi sorotan utama. Mantan gelandang berjuluk “Ginger Ninja” itu secara terang-terangan menyindir performa buruk tim yang kini diasuh oleh mantan rekan setimnya sendiri di lini tengah.

Momen panas ini terjadi usai Setan Merah takluk 1-2 dari Newcastle United di St. James’ Park. Kekalahan ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Carrick dalam delapan laga . Dalam sebuah unggahan di Instagram Story-nya, Scholes melontarkan kritik yang dinilai sangat tajam dan personal. Ia menulis, “Michael jelas punya sesuatu yang spesial… karena United mainnya buruk banget dalam empat pertandingan terakhir… selamat malam” . Unggahan tersebut telah dihapus beberapa jam setelah viral, tetapi tangkapan layarnya beredar luas di media sosial .

Ungkapan sarkastik itu sontak menuai sorotan. Scholes menyematkan emoji ciuman. Ia juga menambahkan nama gelandang Newcastle, Sandro Tonali, dengan simbol hati. Ini adalah gestur yang ditafsirkan sebagai perbandingan bahwa Tonali jauh lebih impresif dibanding lini tengah United saat ini .

BACA JUGA : Perubahan Aturan Handball, Offside, Dan Penggunaan VAR Membuat Sepakbola Menjadi Rumit?

Bukan Sekadar Kritik Biasa, Ada “Dendam” Lama?

Ini bukan pertama kalinya Scholes melontarkan kritik pedas kepada Carrick. Jauh sebelum Carrick ditunjuk sebagai pengganti Ruben Amorim, Scholes sudah mempertanyakan loyalitas mantan rekannya tersebut. Sirkulasi berita bola di berbagai platform, termasuk komunitasbola, kerap menyoroti dinamika hubungan keduanya.

Pada 2021, saat Carrick memilih bertahan sebagai staf pelatih usai kepergian Ole Gunnar Solskjaer, Scholes menilai keputusan itu tidak etis .

“Saya merasa Ole telah menaruh kepercayaan besar pada Michael, Kieran McKenna, dan Mike Phelan. Itulah mengapa mereka seharusnya tidak ada di klub sekarang. Jika saya jadi mereka, saya akan merasa bersalah,” ujar Scholes kala itu .

Kini, meski Carrick berhasil membawa United ke peringkat ketiga klasemen, Scholes justru menilai permainan tim semakin hari semakin buruk. Data menunjukkan, sebelum tumbang dari Newcastle, United memang sempat bermain imbang. Mereka juga menang tipis atas Everton serta Crystal Palace. Ini adalah indikasi bahwa performa tim sebenarnya sedang menurun meski hasil akhirnya positif .

Respon Carrick dan Beban Ekspektasi

Menariknya, Carrick tidak terpancing dengan komentar mantan rekannya tersebut. Dalam wawancara sebelumnya, pelatih berusia 44 tahun itu mengaku sudah terbiasa dengan berbagai opini dari para legenda. Publikasi berita bola terbaru di komunitasbola mengutip pernyataan Carrick yang tetap tenang.

“Itu tidak mengganggu saya. Mereka tidak menambah tekanan. Saya tahu apa yang harus kami perbaiki,” tegas Carrick, dikutip dari Daily Mail .

Namun, kekalahan dari Newcastle menjadi pukulan telak. Bukan hanya karena mengakhiri rekor tak terkalahkan. Lebih dari itu, United gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Jacob Ramsey dikartu merah. Justru, William Osula menjadi pahlawan Newcastle dengan gol spektakuler di menit akhir .

Carrick sendiri tidak menutup-nutupi kekecewaannya. “Kami memang tidak cukup baik malam ini,” ujarnya usai pertandingan .

Legacy di Ujung Tanduk?

Hubungan Scholes dan Carrick sejatinya sangat erat. Mereka berduet di lini tengah United selama tujuh tahun (2006-2013). Bersama, mereka mempersembahkan lima gelar Premier League serta satu Liga Champions . Carrick bahkan pernah menyebut Scholes sebagai rekan terbaiknya. Dalam diskusi hangat di komunitasbola, para penggemar kerap membandingkan era keemasan itu dengan situasi sulit yang dihadapi Carrick sekarang.

Namun, dunia kepelatihan tampaknya menjadi medan pertempuran baru bagi persahabatan ini. Scholes secara konsisten meragukan kapasitas Carrick. Ia menilai, klub sebesar United membutuhkan figur manajer berpengalaman. Sosok seperti Carlo Ancelotti dinilai lebih cocok, bukan sekadar pelatih yang pandai mengelola pemain secara personal .

Lantas, Mampukah Carrick Membungkam Kritik?

Dengan posisi United yang kini hanya unggul tiga poin dari Liverpool di peringkat keenam, tekanan mulai menghampiri Carrick. Pertandingan melawan Aston Villa pada 15 Maret mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya . Akankah Carrick bisa membalikkan situasi? Atau justru terpuruk dalam pusaran kritik para legenda? Pantau terus berita bola terkini seputar Manchester United hanya di komunitasbola, sumber terpercaya Anda.

Satu hal yang pasti, kritik pedas dari Paul Scholes ini menjadi pengingat. Di Manchester United, hasil akhir tidak pernah cukup. Cara bermain dan standar estetika juga menjadi harga mati.

FAQ: Kontroversi Paul Scholes dan Michael Carrick

1. Apa yang dikatakan Paul Scholes tentang Michael Carrick?
Paul Scholes mengkritik performa Manchester United dengan sindiran tajam di Instagram. Ia menyebut tim “bermain buruk banget” dalam empat laga terakhir. Ia kemudian menghapus unggahan tersebut tidak lama setelahnya .

2. Apakah ini pertama kalinya Scholes mengkritik Carrick?
Tidak. Pada tahun 2021, Scholes mengkritik Carrick karena tetap bertahan di klub setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat. Ia menyebutnya sebagai tindakan tidak loyal .

3. Mengapa Scholes memuji Sandro Tonali?
Scholes menambahkan nama Tonali dengan emoji hati dalam unggahannya. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap performa gelandang Newcastle tersebut. Secara implisit, ia membandingkannya dengan lini tengah United yang dinilainya kurang impresif .

4. Bagaimana respons Michael Carrick terhadap kritik ini?
Carrick memilih untuk tidak terpancing. Ia menyatakan bahwa opini dari luar tidak menambah tekanan baginya. Ia lebih fokus pada perbaikan tim dan cara kerja dengan para pemain .

5. Siapa yang dianggap Scholes sebagai manajer ideal untuk MU?
Scholes beberapa kali menyebut Carlo Ancelotti sebagai sosok yang sempurna. Ia menilai Ancelotti memiliki pengalaman dan kemampuan memanajemen pemain yang dibutuhkan klub besar seperti MU .