komunitasbola – Tottenham Hotspur kembali mengalami malam yang penuh frustrasi setelah gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Leeds United di Premier League. Pertandingan yang sempat terlihat aman berubah menjadi kisah kehancuran diri lain bagi Spurs di bawah pelatih baru mereka, Roberto De Zerbi.
Ekspresi De Zerbi yang menarik tudung hitam hingga menutupi wajahnya sambil mondar-mandir di pinggir lapangan menjadi gambaran jelas rasa kecewanya terhadap performa tim. Momen itu menggambarkan tekanan besar yang kini mulai dirasakan sang pelatih asal Italia.
Baca juga : Klasemen BRI Super League Pekan 32: Persib dan Borneo FC Saling Pepet, Persis dan Madura Terancam Turun Kasta

Awal Menjanjikan Lewat Gol Spektakuler Mathys Tel
Tottenham sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Mereka unggul lebih dahulu lewat gol indah Mathys Tel yang membuat atmosfer Stadion Tottenham Hotspur sempat membara.
Keunggulan tersebut seharusnya bisa menjadi modal penting untuk mengamankan tiga poin. Spurs bahkan memiliki peluang emas untuk menggandakan skor ketika Richarlison mendapatkan kesempatan mudah di depan gawang.
Namun, penyerang asal Brasil itu gagal memanfaatkannya setelah tendangannya melambung jauh di atas mistar. Kegagalan tersebut menjadi titik balik yang kembali menunjukkan rapuhnya mental Spurs musim ini.
Bagi para pecinta sepak bola dan komunitas bola, pertandingan ini menjadi contoh nyata bagaimana peluang kecil yang terbuang dapat mengubah arah pertandingan secara drastis.
Tottenham Masih Sulit Menemukan Zona Aman
Keunggulan 2-0 memang belum tentu aman bagi Tottenham. Hal itu kembali terbukti dalam laga ini.
Roberto De Zerbi tampaknya mulai memahami bahwa melatih Spurs bukan perkara mudah. Setiap pertandingan selalu dipenuhi tekanan, terutama ketika tim sedang berusaha menjauh dari ancaman degradasi dan memperlebar jarak dengan rival seperti West Ham United.
Alih-alih mengontrol permainan, Tottenham justru kembali kehilangan fokus di momen krusial.
Mathys Tel Berubah dari Pahlawan Menjadi Penyebab Petaka
Setelah mencetak gol pembuka, Mathys Tel justru menjadi sosok yang paling disorot karena kesalahan fatalnya di babak kedua.
Sebelumnya, Tel sudah menunjukkan permainan yang tidak konsisten. Di babak pertama, ia sempat membuat situasi berbahaya di area pertahanannya sendiri sebelum Kevin Danso menyelamatkan Spurs lewat sapuan penting.
Kesalahan terbesar terjadi pada menit ke-74. Tel melakukan tendangan salto yang ceroboh di dalam kotak penalti dan mengenai kepala Ethan Ampadu.
Seluruh stadion langsung menyadari potensi penalti, dan VAR hanya mempertegas keputusan wasit. Roberto De Zerbi tampak pasrah sambil menengadah ke langit ketika Dominic Calvert-Lewin sukses menyamakan kedudukan lewat titik putih.
Momen tersebut menjadi pukulan telak bagi Tottenham yang kembali gagal mengamankan kemenangan penting di kandang sendiri.
Tekanan Besar untuk Roberto De Zerbi
Hasil imbang ini semakin memperlihatkan pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Roberto De Zerbi di Tottenham Hotspur.
Masalah konsentrasi, mental bertanding, hingga kesalahan individu masih menjadi hambatan utama Spurs untuk bangkit musim ini. Jika situasi seperti ini terus berulang, tekanan kepada De Zerbi dipastikan akan semakin besar dalam beberapa pekan ke depan.
Bagi pengamat Premier League maupun komunitas bola, kondisi Tottenham saat ini menunjukkan bahwa perubahan pelatih saja belum cukup untuk memperbaiki fondasi tim yang sudah lama bermasalah.









