Update Sepakbola : Wilfried Nancy dan Awal Sulit Bersama Celtic

komunitasbola – Bukan hanya performa Celtic yang sulit ditonton saat ini, tetapi juga sosok pelatihnya, Wilfried Nancy. Setiap kekalahan tampaknya diikuti dengan penjelasan panjang, pembenaran berlapis, dan permainan kata-kata yang justru membuat situasi terasa semakin menyakitkan.

Alih-alih memberi harapan, pernyataan-pernyataan pasca pertandingan Nancy justru memunculkan rasa jengah di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola, termasuk di komunitas bola yang mulai kehilangan kesabaran.

Baca juga : Prediksi Napoli vs Milan – Analisis KOMUNITASBOLA

Retorika Optimisme di Tengah Kekalahan

Setelah kekalahan keempat berturut-turut di awal masa jabatannya kali ini 2-1 di kandang Dundee United yang sedang terpuruk Nancy kembali menekankan optimisme.

“Saya pikir saya berada di jalur yang benar dengan para pemain,” ujarnya.
“Kami bermain bagus hari ini. Kami terus membaik. Kami hampir menang. Tetaplah percaya.”

Namun, kata-kata tersebut terdengar semakin kosong. Saat Nancy terus menjelaskan, godaan untuk berteriak “berhenti bicara dan mulai menang” terasa sangat kuat. Penjelasan tanpa hasil hanya mempertegas satu hal: Celtic terus kalah.

Statistik yang Sulit Dibela

Fakta di lapangan tidak berpihak pada Nancy. Dalam 16 pertandingan terakhirnya sebagai manajer menggabungkan akhir masa jabatan di Columbus Crew dan awal di Celtic ia hanya meraih tiga kemenangan.

Daftar kekalahan pun terus bertambah:

  • Dundee United
  • St Mirren
  • Roma
  • Hearts

Ditambah kekalahan di MLS sebelumnya dari:

  • FC Cincinnati (dua kali)
  • Chicago Fire
  • New York City FC
  • New England Revolution

Statistik ini menjadi alarm keras, bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi para pendukung setia Celtic di komunitas bola global.

Warisan MLS yang Terlihat Biasa Saja

Di musim terakhirnya bersama Columbus Crew, Nancy finis di posisi ketujuh klasemen reguler MLS. Dari 34 pertandingan, ia hanya memenangkan 14 laga. Timnya berada di peringkat keenam dalam jumlah gol dan kedelapan dalam jumlah kebobolan angka yang terbilang biasa.

Ironisnya, semua itu terjadi setelah ia dinobatkan sebagai Manajer Terbaik MLS musim sebelumnya. Performa yang sempat menjanjikan kini terasa menurun drastis.

Kualifikasi yang Dipertanyakan

Terlepas dari pujian antusias dari sejumlah pengamat Amerika yang menggambarkannya sebagai sosok “istimewa”, kualifikasi Nancy untuk melatih Celtic tampak sangat tipis. Perekrutannya yang semula disebut sebagai langkah besar kini mulai dipertanyakan, seiring hasil buruk yang terus berulang.

Waktu akan menentukan apakah Nancy mampu membalikkan keadaan, tetapi sejauh ini, kepercayaan publik terus terkikis seiring kekalahan demi kekalahan.