komunitasbola – Liverpool kembali harus menelan kekecewaan setelah gagal mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan. Gol dari Richarlison membuat laga berakhir 1-1 saat menghadapi Tottenham, sekaligus menggagalkan peluang The Reds untuk naik ke posisi empat besar klasemen.
Situasi ini bukan pertama kalinya terjadi musim ini. Justru sebaliknya, kebobolan di menit akhir telah menjadi pola yang berulang dan merugikan Liverpool dalam perburuan poin penting di Premier League.
Bagi banyak pengamat dan komunitas bola, masalah ini mulai dianggap sebagai salah satu kelemahan terbesar Liverpool musim ini.
Baca juga : Hasil Lazio 1-0 Milan : Rossoneri Gagal Manfaatkan Peluang, Scudetto Kian Menjauh

Gol Richarlison Menggagalkan Kemenangan Liverpool
Liverpool sebenarnya tampil cukup baik di pertandingan tersebut. Dominik Szoboszlai membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-18 dan memberi harapan kemenangan bagi tim asuhan mereka.
Namun harapan itu sirna di penghujung pertandingan ketika Richarlison mencetak gol penyeimbang bagi Tottenham.
Para pemain Liverpool bahkan harus menghadapi kekecewaan suporter mereka sendiri yang mencemooh saat peluit akhir dibunyikan.
Szoboszlai tidak menutupi rasa frustrasinya setelah pertandingan.
“Saya merasa kecewa. Kita harus bangun karena jika terus seperti ini, kita hanya pantas berada di Conference League,” ujarnya.
“Di menit-menit terakhir lagi-lagi kami kebobolan. Saya tidak tahu mengapa ini terjadi.”
Rekor Buruk Liverpool di Menit ke-90
Musim ini Liverpool sudah kebobolan delapan gol Premier League setelah menit ke-90.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam satu musim bagi Liverpool, melampaui rekor sebelumnya yaitu tujuh gol pada musim 2010-2011.
Yang lebih menyakitkan, setiap gol tersebut berdampak langsung pada kehilangan poin penting.
Dalam lebih dari seperempat pertandingan liga musim ini, Liverpool kebobolan gol penyeimbang atau bahkan gol kekalahan di masa injury time.
Lima Kekalahan Karena Gol Telat
Dari delapan gol tersebut, lima di antaranya menjadi gol kemenangan bagi lawan. Liverpool harus menelan kekalahan dramatis saat menghadapi:
- Crystal Palace
- Chelsea
- Bournemouth
- Manchester City
- Wolves
Gol-gol telat tersebut membuat Liverpool kehilangan poin yang seharusnya bisa menjaga mereka tetap bersaing di papan atas klasemen.
Situasi ini tentu menjadi bahan diskusi hangat di berbagai forum dan komunitas bola yang menilai Liverpool kehilangan fokus di saat-saat krusial.
Tiga Hasil Imbang yang Seharusnya Bisa Dimenangkan
Selain kekalahan, ada juga tiga pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan Liverpool tetapi berakhir imbang karena kebobolan di menit akhir.
Pertandingan tersebut terjadi saat menghadapi:
- Leeds United
- Fulham
- Tottenham
Kasus paling dramatis terjadi saat melawan Fulham. Liverpool sempat unggul 2-1 pada menit keempat injury time, tetapi hanya tiga menit kemudian mereka kebobolan dan pertandingan berakhir imbang.
Masalah Konsentrasi atau Taktik?
Seringnya kebobolan di menit akhir menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah ini masalah konsentrasi pemain? Atau justru berkaitan dengan pendekatan taktik yang membuat Liverpool terlalu terbuka di akhir laga?
Apa pun penyebabnya, jika masalah ini tidak segera diperbaiki, Liverpool berisiko kehilangan lebih banyak poin hingga akhir musim.
Dan seperti yang dikatakan Szoboszlai, jika pola ini terus berlanjut, target empat besar bisa berubah menjadi sekadar harapan untuk tampil di kompetisi Eropa yang lebih rendah.









